Daerah

Reses di Telaga Biru, Zulfikar Usira Ungkap Perjuangan Anggaran untuk Jalan dan UMKM

×

Reses di Telaga Biru, Zulfikar Usira Ungkap Perjuangan Anggaran untuk Jalan dan UMKM

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, memaparkan sejumlah aspirasi dan program yang menjadi perhatian pemerintah daerah dan DPRD dalam kegiatan reses masa sidang pertama tahun 2026-2027 di Kecamatan Telaga Biru, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Telaga Biru itu menjadi momentum bagi Zulfikar untuk menjelaskan sejumlah kebijakan penganggaran, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah Telaga CS.

Zulfikar mengatakan, keterbatasan fiskal daerah membuat tidak seluruh usulan pembangunan dapat direalisasikan sekaligus. Karena itu, DPRD bersama pemerintah daerah harus menentukan program berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan akses jalan di Tonala yang tetap diupayakan meski anggaran daerah mengalami efisiensi.

Menurutnya, jalan tersebut memiliki panjang sekitar 1.100 meter dan membutuhkan anggaran lebih dari Rp1 miliar. DPRD kemudian mendorong kolaborasi dengan TNI melalui program swakelola sehingga anggaran yang tersedia dapat ditambah menjadi sekitar Rp1,1 miliar.

“Skala prioritas itu yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, yang bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Akses jalan itu adalah bagian daripada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Zulfikar.

Ia juga menyampaikan perhatian terhadap kondisi jalan di Hulawa. Menurut Zulfikar, DPRD terus menyuarakan pembangunan infrastruktur tersebut agar kebutuhan masyarakat dapat dijawab secara bertahap.

Selain infrastruktur, Zulfikar mengungkapkan dukungan anggaran untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang mencapai sekitar Rp16,75 miliar.

Anggaran tersebut, kata dia, merupakan bagian dari sinergi DPRD dan pemerintah daerah dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

“Hubungan kolaboratifnya, hubungan sinergitasnya baik dengan pemerintah daerah. Maka seluruh badan anggaran dan teman-teman anggota DPRD menyetujui Rp16,75 miliar yang dialokasikan untuk UMKM,” katanya.

Zulfikar menyebut anggaran tersebut juga mencakup dukungan terhadap kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Telaga.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Ia mencontohkan harga cabai yang disebut telah mencapai sekitar Rp150 ribu per kilogram.

Zulfikar meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk melalui operasi pasar maupun pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila diperlukan.

“Kalau rakyat sudah tidak makan, maka ada anggaran BTT di pemerintah daerah,” tegasnya.

Zulfikar menegaskan, DPRD akan terus menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses sekaligus mengawal agar program pembangunan yang menjadi kebutuhan mendesak dapat masuk dalam prioritas penganggaran daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *