Tilangonews.com – Seorang oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswinya.
Kasus ini terungkap setelah salah satu korban enggan masuk sekolah. Ketika orang tuanya menanyakan alasan, korban akhirnya menceritakan kejadian yang dialaminya.
“Saya tanya kenapa tidak mau masuk sekolah, dia langsung menangis dan bilang ada pelecehan seperti itu,” ungkap salah satu orang tua korban kepada Tilangonews.com, Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan, aksi tidak pantas yang diduga dilakukan oknum guru tersebut sudah berulang kali terjadi sepanjang 2025. Peristiwa itu disebut terjadi di lingkungan sekolah pada saat jam istirahat.
“Menurut keterangan anak saya, sudah tiga kali dilecehkan. Dua kali dicium di wajah dan satu kali dibuka selangkangannya, bersama temannya, saat berbaring di lab komputer waktu jam istirahat,” ujarnya.
Hal serupa juga dialami korban lainnya. Seorang orang tua mengungkapkan bahwa anaknya mendapat perlakuan tidak senonoh itu sebanyak dua kali.
“Awalnya itu terjadi di bulan Juni, waktu mereka dibuka selangkangannya. Lalu yang kedua pada Oktober, anak saya dicium bibirnya dua kali,” jelasnya.
Selain dua siswi tersebut, dua siswi lain juga diduga menjadi korban. Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Gorontalo pada Minggu (30/11/2025). Para orang tua berharap laporan mereka segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami sudah melapor ke Polda Gorontalo pada Minggu kemarin,” kata para orang tua korban.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, kepala sekolah membenarkan adanya kejadian tersebut di sekolahnya. Ia baru mengetahui setelah menerima laporan yang sudah masuk ke kepolisian.
“Saya kaget, kalau bukan karena pelapor, saya tidak tahu. Hari Senin mereka datang ke sekolah,” katanya.
Ia mengaku tidak menyangka tindakan yang diduga dilakukan oknum guru yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kehumasan tersebut, mengingat selama ini yang bersangkutan banyak berkontribusi mengantarkan siswa meraih juara dalam berbagai perlombaan.
Namun, kepala sekolah menjelaskan bahwa dalam keseharian di sekolah, oknum guru tersebut memang sering menggandeng siswanya.
“Pak guru ini hanya sering menggandeng siswanya. Dan itu kata beliu hanya sebatas kasih sayang bapak (guru) kepada anak-anaknya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses penanganan kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Kepala sekolah juga telah melaporkan kejadian itu ke Dinas Pendidikan.
“Saya sudah lapor ke dinas, dan untuk sementara saya suruh dia bekerja dari rumah dulu agar dia fokus menghadapi laporan ini,” pungkasnya.














