Daerah

Hadapi Libur Nataru, Dirlantas Beberkan Empat Sasaran Operasi Lilin 2025

×

Hadapi Libur Nataru, Dirlantas Beberkan Empat Sasaran Operasi Lilin 2025

Sebarkan artikel ini
Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com – Kepolisian Daerah Gorontalo menyiagakan personel dalam Operasi Lilin Otanaha 2025 untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Operasi kepolisian terpusat tersebut dilaksanakan sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dengan melibatkan berbagai satuan tugas. Hal ini disampaikan Dirlantas Polda Gorontalo Kombes Pol Lukman Cahyono saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/12/2025).

Kombes Lukman mengungkapkan, ada empat sasaran utama dalam pelaksanaan Operasi Lilin Otanaha 2025, yakni sasaran orang, barang, lokasi, dan kegiatan.

Sasaran orang meliputi masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru. Sasaran barang mencakup barang bawaan jemaat, sarana ibadah, hingga sarana transportasi pemudik.

Sementara sasaran lokasi meliputi gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, objek vital, terminal, pelabuhan, dan bandara. Adapun sasaran kegiatan adalah seluruh rangkaian ibadah serta aktivitas masyarakat selama libur Nataru.

“Empat sasaran ini menjadi fokus utama kami dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif selama Nataru,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polda Gorontalo juga telah memetakan daerah rawan macet, pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, hingga rawan bencana hidrometeorologi. Personel dan peralatan pendukung disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi kejadian.

Untuk menunjang pelayanan, didirikan 14 pos, terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang ditempatkan di titik-titik strategis. Pos tersebut berfungsi sebagai tempat istirahat pemudik, pusat informasi, pengaduan kehilangan barang, hingga bantuan darurat kendaraan.

Sebelum Operasi Lilin, Polda Gorontalo telah melaksanakan Operasi Zebra Otanaha sebagai cipta kondisi. Pada Operasi Lilin, pendekatan yang dikedepankan adalah operasi kemanusiaan dan pelayanan humanis.

“Penilangan hanya dilakukan pada pelanggaran yang benar-benar berpotensi menimbulkan kecelakaan dan meresahkan masyarakat. Fokus kami adalah keselamatan dan pelayanan,” tegasnya.

Terakhir, Kombes Lukman mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, mengecek kelengkapan surat-surat seperti SIM dan STNK, serta memastikan kondisi kendaraan laik jalan, mulai dari lampu, rem, ban hingga oli.

Ia juga mengingatkan agar pengemudi tidak bersikap egois di jalan, mematuhi aturan lalu lintas, menghargai pengguna jalan lain, dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Dinosaur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *