Tilangonews.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Sosial terus mendorong lahirnya kemandirian warga penerima bantuan sosial. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menghadirkan program Sejahtera Tangan Sendiri (STS) yang menjadi salah satu program unggulan Dinsos pada tahun 2026.
Program ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat dari ketergantungan pada bantuan, menjadi mandiri dan mampu mengembangkan usaha sendiri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili, menjelaskan bahwa STS menyasar kelompok rentan yang masih memiliki kemampuan produktif, seperti perempuan kepala keluarga, lansia produktif, serta penyandang disabilitas yang mampu berusaha.
“Program itu kami beri nama Sejahtera Tangan Sendiri, dimana program ini adalah bentuk transformasi dari penerima bantuan sosial menjadi pelaku usaha mandiri,” ujar Afriyani saat diwawancarai tilangonews.com, Rabu (7/1/26).
Ia menegaskan, Dinas Sosial merupakan salah satu dari 12 OPD yang diberi amanat untuk mendukung pengembangan UMKM. Hal ini juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas pembangunan.
Menurut Afriyani, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah mendapatkan bantuan selama lima hingga enam tahun juga akan menjadi sasaran program ini. Mereka akan didorong untuk “lulus” dari kepesertaan bansos jika sudah memiliki usaha rintisan.
“Penerima PKH yang sudah lama dan memiliki usaha akan di graduasi, sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” tambahnya.
Selain STS, Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo juga menjalankan program lain yang berkaitan dengan rehabilitasi sosial dan penanggulangan bencana.
Rehabilitasi sosial menyasar lansia terlantar di luar panti, penyandang disabilitas, serta keluarga rentan lainnya. Sementara di bidang kebencanaan, Dinsos berperan aktif dalam penanganan pada masa tanggap darurat.
Dengan berbagai program tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo menargetkan pengurangan angka kemiskinan, penguatan UMKM lokal, serta tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat.














