Tilangonews.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo menyiapkan sejumlah program strategis pada tahun 2026, salah satunya pengumpulan dan pelestarian naskah-naskah kuno yang tersebar di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Rahmat Doni Lahati, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026).
Rahmat Doni menjelaskan, banyak naskah kuno peninggalan leluhur Gorontalo yang hingga kini masih tersimpan secara pribadi di tangan keluarga dan belum terdokumentasi dengan baik. Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya warisan berharga tersebut jika tidak segera diselamatkan.
“Di tahun 2026 ini, salah satu program kami adalah mengumpulkan naskah-naskah kuno yang saat ini berada di tangan masyarakat, belum terekspos, belum terdigitalisasi, dan belum terhubung dengan baik. Kekhawatiran kami, jika tidak segera dikumpulkan, naskah-naskah ini bisa musnah,” ujarnya.
Setelah dikumpulkan, naskah-naskah kuno tersebut akan melalui proses digitalisasi dan dijadikan sebagai koleksi museum daerah. Langkah ini dilakukan untuk memperkaya khazanah sastra dan sejarah Gorontalo.

“Banyak peninggalan zaman dulu yang luar biasa, namun hari ini hanya dipegang oleh keluarga. Ini yang akan kami kumpulkan agar bisa dilestarikan dan dikenal luas,” jelasnya.
Rahmat Doni mengungkapkan, Mayoritas naskah tersebut ditulis menggunakan huruf Arab Pegon, mengingat pada masa itu masyarakat Gorontalo belum mengenal huruf Latin.
“Target awal kita kumpulkan dulu. Tahap berikutnya akan kita terjemahkan, karena rata-rata ditulis dengan huruf Arab Pegon. Ada naskah yang dibuat sekitar tahun 1700-an dan 1800-an,” ungkapnya.
Menurutnya, naskah-naskah tersebut merupakan bagian penting dari budaya dan cerita rakyat Gorontalo yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Minimal generasi hari ini tahu bahwa para leluhur kita dulu pernah menyusun karya sastra yang sangat luar biasa,” tambahnya.
Selain pelestarian naskah kuno, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo juga menyiapkan program peningkatan literasi, salah satunya melalui lomba bertutur bagi anak didik di tingkat kecamatan dan desa.
“Kami melihat banyak potensi anak-anak di desa dan kecamatan. Lomba bertutur ini menjadi salah satu cara untuk mengembangkan minat baca dan literasi,” katanya.
Ke depan, pihaknya juga akan memperkuat pembinaan perpustakaan di berbagai sektor agar perpustakaan benar-benar menjadi sumber ilmu dan pusat pembangunan literasi masyarakat.
Tak hanya itu, digitalisasi layanan perpustakaan juga telah masuk dalam perencanaan. Rahmat Doni bahkan membayangkan inovasi sederhana namun efektif, seperti penggunaan barcode di ruang publik.
“Misalnya di warung kopi, kita pasang barcode, tinggal dipindai, daftar buku langsung keluar. Ini sudah masuk dalam ancang-ancangan perencanaan kami,” pungkasnya.












