Tilangonews.com – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 di Kabupaten Gorontalo semakin dekat. Namun, persiapan kegiatan berskala nasional tersebut dinilai masih perlu dimatangkan, terutama pada aspek infrastruktur pendukung.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo, Irwan Dai, meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk lebih serius berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo guna memastikan seluruh persiapan dapat berjalan maksimal.
Hal itu disampaikannya usai memimpin rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penetaan Ruang (PUPR) di kantor DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin (9/3/2026).
Irwan mengungkapkan, dari hasil rapat tersebut diketahui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu segera dibenahi, mulai dari akses jalan hingga kesiapan fasilitas di lokasi pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, jika melihat waktu pelaksanaan yang sudah semakin dekat, maka seluruh pihak harus bergerak cepat agar berbagai kebutuhan infrastruktur dapat segera dituntaskan.
“Kalau kita dengar penjelasan dari Kadis PUPR, persiapannya masih jauh dari harapan. Masih banyak yang kurang, sehingga perlu keseriusan semua pihak. Pemerintah provinsi harus turun tangan karena ini kegiatan nasional yang wajib kita sukseskan,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, dari sejumlah akses jalan yang direncanakan untuk menunjang kegiatan tersebut, saat ini baru beberapa ruas yang telah mendapatkan persetujuan untuk dilakukan penanganan.
Ruas jalan yang dimaksud di antaranya jalur Hasan Dangkua menuju kawasan PU, kemudian menuju SMK 1 Limboto, hingga terhubung ke kawasan GOR David–Tonny.
Selain akses jalan, DPRD juga menyoroti kesiapan fasilitas utama kegiatan, termasuk rencana pembangunan panggung utama yang hingga kini masih menunggu kepastian.
Di sisi lain, beberapa rencana rehabilitasi fasilitas juga terkendala keterbatasan anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian.
Meski demikian, Irwan menegaskan bahwa PENAS KTNA merupakan agenda nasional yang membawa nama daerah, sehingga seluruh pihak perlu bersinergi untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“Jangan kita di Kabupaten yang dijadikan tameng untuk pelaksanaan kegiatannya, tetapi namanya atau prestasinya ada di Provinsi. Padahal Provinsi kita lihat keseriusannya belum terlihat,” tandasnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan PENAS KTNA akan berlangsung pada juni mendatang yang rencananya akan dihadiri sekitar 30 ribu peserta dari seluruh daerah di indonesia.




















