Daerah

Pacuan Batal Digelar, Pegiat Karapan Sapi Kecewa dan Pilih Ikut Event di Sulut

×

Pacuan Batal Digelar, Pegiat Karapan Sapi Kecewa dan Pilih Ikut Event di Sulut

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Batalnya lomba pacuan dalam rangka perayaan Lebaran Ketupat tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi menuai kekecewaan dari para pegiat karapan sapi di Gorontalo. Sejumlah peserta bahkan memilih mengikuti event serupa di Sulawesi Utara.

Kepala Desa Yosonegoro, Isa Amir Hanapi, mengungkapkan bahwa para pegiat yang telah lama mempersiapkan diri akhirnya beralih ke lomba yang digelar di Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Dinosaur

“Banyak yang kecewa dan memilih ikut lomba di Desa Ikhwan, Kecamatan Dumoga. Di sana juga tersedia lintasan khusus karapan sapi. Karena mereka sudah jauh-jauh hari rutin berlatih,” ujar Isa.

Ia menjelaskan, pembatalan lomba pacuan kuda pada perayaan Lebaran Ketupat tahun ini disebabkan oleh belum terbentuknya panitia serta keterbatasan anggaran.

“Panitia belum terbentuk, dan yang kedua karena anggaran. Bantuan dari pemerintah provinsi hanya Rp50 juta. Jika lomba hanya berskala lokal, anggaran yang bisa dicairkan sekitar Rp15 juta,” jelasnya.

Selain itu, kondisi fasilitas di gelanggang pacuan kuda Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, juga dinilai tidak memadai. Sejumlah infrastruktur, terutama pagar arena, mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.

Dinosaur

“Pagar di arena pacuan sudah banyak yang rusak, begitu juga pagar di bagian luar. Ini tentu membutuhkan perhatian dan perbaikan,” tambahnya.

Isa berharap, ke depan event tahunan tersebut tetap dapat dilaksanakan, mengingat lomba pacuan telah menjadi tradisi yang melekat dalam perayaan Lebaran Ketupat di daerah tersebut.

“Harapan kami, tahun-tahun berikutnya kegiatan ini bisa kembali digelar, karena ini sudah menjadi tradisi tahunan yang dinantikan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *