Tilangonews.com – Kepala SPPG Tuladenggi Kecamatan Telaga Biru, Andi Azrial Oppier Lessi, buka suara terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SDN 11 Telaga Biru usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (21/5/2026).
Andi menjelaskan, proses pengolahan makanan dilakukan sejak dini hari dengan pengawasan dan pemeriksaan bahan makanan secara ketat sebelum dimasak.
“Persiapannya dimulai sejak jam 12 malam, bahan-bahan dicek dan dipilah terlebih dahulu, mana yang layak dan mana yang tidak. Proses memasaknya dimulai jam 2 pagi,” ujar Andi saat diwawancarai.
Ia mengatakan, setelah proses memasak selesai, makanan tidak langsung didistribusikan. Pihak SPPG terlebih dahulu mendinginkan makanan sebelum dilakukan pengemasan dan pembagian ke sekolah-sekolah penerima MBG. Menu yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi, ikan oci goreng, kangkung, dan pepaya.
“Untuk distribusi dimulai sekitar jam 7 pagi. Sebelum itu makanan didinginkan dulu baru diporsikan,” jelasnya.
Menurut Andi, pada hari kejadian terdapat sekitar 18 sekolah yang menerima distribusi MBG dari SPPG Tuladenggi. Namun, laporan keluhan dugaan keracunan hanya berasal dari satu sekolah, yakni SDN 11 Telaga Biru.
“Ada sekitar 18 sekolah yang menerima makanan, dan yang melaporkan keluhan hanya satu sekolah,” katanya.
Usai menerima laporan adanya 23 siswa yang mengalami muntah dan sakit perut, pihak SPPG langsung menghentikan distribusi makanan ke sekolah lain sebagai langkah antisipasi.
“Setelah ada laporan dugaan keracunan di SDN 11 Telaga Biru, distribusi ke sekolah lain langsung kami hentikan,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan juga telah turun tangan dengan mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kejadian tersebut.














