Tilangonews.com – Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII yang akan digelar pada 20-25 Juni 2026 di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, berbagai persiapan terus dikebut oleh panitia dan pemerintah daerah.
Sejumlah aspek menjadi fokus pembenahan, mulai dari penyiapan lokasi kegiatan, sarana pendukung, infrastruktur, hingga akomodasi peserta yang akan datang dari berbagai daerah di Indonesia. Persiapan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, instansi vertikal, serta pemerintah kecamatan dan desa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, mengatakan setiap pihak telah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. Pemerintah Kabupaten Gorontalo sendiri berperan dalam menyiapkan berbagai fasilitas yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung.
Menurut Sugondo, pemerintah daerah saat ini fokus pada penataan kawasan kegiatan, termasuk Sport Center Limboto, penyediaan lokasi gelar teknologi pertanian, perbaikan dan penataan infrastruktur pendukung, serta kesiapan homestay yang akan ditempati para peserta.
“Semua pihak bekerja sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah menangani berbagai kebutuhan fasilitas, termasuk lokasi kegiatan dan tempat menginap peserta,” ujarnya.
Persiapan kini memasuki tahap akhir. Dalam beberapa hari ke depan, pemerintah daerah akan memusatkan perhatian pada kebersihan dan penataan lingkungan di sekitar lokasi pelaksanaan kegiatan.
Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan diterjunkan guna melakukan pembersihan dan memastikan seluruh area kegiatan berada dalam kondisi siap digunakan.
Sugondo optimistis seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat diselesaikan tepat waktu. Ia menegaskan, Kabupaten Gorontalo berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sebagai tuan rumah Penas KTNA XVII.
Selain menjadi wadah bertemunya petani dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman dan teknologi, kegiatan ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Salah satu konsep yang diterapkan panitia adalah penyediaan homestay di rumah-rumah warga. Melalui skema tersebut, masyarakat tidak hanya terlibat langsung dalam menyukseskan kegiatan, tetapi juga berpeluang memperoleh tambahan pendapatan dari peserta yang menginap selama pelaksanaan Penas KTNA.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, berbagai persiapan terus dimatangkan agar Penas KTNA XVII dapat berlangsung sukses sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan sektor pertanian serta perikanan di Gorontalo.














