Tilangonews.com – Isu politik yang sempat mewarnai dinamika pemerintahan diminta tidak lagi dibawa ke lingkungan pendidikan. Pesan tersebut disampaikan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat membuka Workshop Kepala Sekolah jenjang TK, SD, dan SMP yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Rabu (29/7/2026).
Dalam arahannya, Ismet menegaskan bahwa seluruh kepala sekolah harus kembali memusatkan perhatian pada tugas pokok sebagai aparatur sipil negara yang bertanggung jawab menciptakan pendidikan berkualitas. Menurutnya, kontestasi politik telah selesai sehingga tidak boleh lagi memengaruhi pelaksanaan tugas di sekolah.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat setiap tindakan aparatur mudah diketahui masyarakat. Karena itu, kepala sekolah dituntut menjaga sikap, etika, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.
“Jangan lagi membawa hal-hal yang berbau politik. Saat ini yang dibutuhkan adalah fokus bekerja dan menjaga diri karena semua aktivitas kita mudah diketahui masyarakat,” ujar Ismet.
Dalam kesempatan tersebut, Ismet memaparkan tiga prinsip yang harus menjadi pegangan para kepala sekolah. Pertama, menjaga loyalitas terhadap amanah sebagai pemimpin satuan pendidikan. Kedua, menjunjung tinggi integritas serta menaati seluruh aturan yang berlaku karena setiap ASN memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Ketiga, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bone Bolango.
Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi sekaligus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
Ismet juga mengingatkan agar tidak ada lagi perpecahan maupun konflik di lingkungan sekolah yang dipicu oleh perbedaan pilihan politik pada masa lalu. Ia berharap seluruh ASN bersatu untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat.
“Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana pendidikan di Bone Bolango semakin maju dan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango, Basir Noho, menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan.
Kegiatan itu diikuti sebanyak 254 peserta yang terdiri atas kepala sekolah TK dan SD serta para pengawas sekolah jenjang TK, SD, dan SMP. Basir mengaku mengapresiasi tingginya semangat peserta, termasuk kepala sekolah yang datang dari wilayah terpencil seperti Pinogu, Pulau Ulu, dan Bone.
Menurutnya, kehadiran para peserta dari berbagai daerah menjadi bukti komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi kepemimpinan demi mendorong kualitas pendidikan di Bone Bolango.
Basir menambahkan, pelaksanaan workshop menjadi semakin relevan setelah diterbitkannya Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Kedua regulasi tersebut, kata dia, menuntut kepala sekolah memiliki kemampuan manajerial yang lebih baik agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Untuk memperkuat materi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, termasuk Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo dan Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Gorontalo.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap seluruh kepala sekolah semakin siap mengimplementasikan kebijakan pendidikan terbaru, memperkuat tata kelola sekolah, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.













