Tilangonews.com – Momen penuh kehangatan saat Anggota DPD RI Dapil Gorontalo, Rahmijati Jahja mengujungi Desa Ayumolingo, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo untuk menyerap asiprasi.
Di tengah perjalanan pulang senator empat periode itu secara spontan menghentikan kendaraannya setelah melihat sejumlah buruh tani jagung yang sedang bekerja di bawah terik matahari.
Saat itu, para buruh tani tampak sibuk mengupas jagung hasil panen. Tanpa ragu, Rahmijati meminta sopirnya menghentikan kendaraan, kemudian turun menghampiri mereka. Kehadirannya sontak membuat para buruh tani terkejut sekaligus bahagia.
Dengan suasana penuh keakraban, Rahmijati menyapa satu per satu para pekerja, menanyakan kondisi mereka hingga berbincang mengenai hasil panen jagung tahun ini. Percakapan sederhana itu berlangsung hangat, diselingi canda dan tawa yang mencairkan suasana.
Tak berhenti sampai di situ, Rahmijati kemudian membagikan rezeki kepada para buruh tani sebagai bentuk kepeduliannya. Bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur dan ucapan terima kasih dari para penerima.
Salah seorang buruh tani mengaku bukan kali pertama merasakan perhatian dari Rahmijati Jahja. Ia bahkan masih mengingat pemberian yang pernah diterimanya beberapa waktu lalu.
“Saya pernah diberikan ibu jam tangan waktu itu, dan sampai sekarang saya tidak lupa. Sekarang ibu kasih uang lagi. Terima kasih banyak, Bu,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Di hadapan para buruh tani, Rahmijati menegaskan bahwa apa yang dilakukannya bukanlah untuk mencari simpati ataupun dukungan politik. Menurutnya, berbagi kepada masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang sudah menjadi bagian dari komitmennya sebagai wakil daerah.
“Saya begini tidak ada maksud apa-apa. Ini sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu masyarakat semampu yang saya bisa. Mudah-mudahan apa yang saya berikan bisa sedikit membantu,” kata Rahmijati.
Kepedulian Rahmijati Jahja kepada masyarakat memang bukan hal baru. Dalam berbagai kesempatan, baik saat reses maupun kegiatan sosial lainnya, ia kerap menyempatkan diri menyapa warga yang ditemuinya di perjalanan, mulai dari pedagang kecil, buruh tani, hingga masyarakat kurang mampu.
Sikap sederhana dan kebiasaannya berbagi itulah yang membuat kehadirannya selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat di berbagai wilayah Gorontalo.



















