Tilangonews.com – Bandara Djalaluddin Gorontalo melakukan pembenahan layanan pada awal 2026. Salah satu fokus utama yang dibenahi adalah sistem parkir yang kini dibuat lebih praktis dan cepat melalui penerapan pembayaran nontunai.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan perusahaan pengelola parkir nasional untuk menghadirkan sistem Tap In Tap Out (TITO).
Dengan sistem ini, transaksi parkir dilakukan secara elektronik sehingga pengguna tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai.
Menurut Joko, pembayaran parkir kini dapat dilakukan menggunakan kartu uang elektronik seperti BRIZZI, Flazz, dan e-Money, serta melalui QRIS dan dompet digital seperti GoPay, OVO, dan ShopeePay.
“Pengguna cukup men-tap kartu saat masuk dan keluar, atau memindai QR untuk pembayaran. Sistem ini kami terapkan agar proses keluar-masuk parkir menjadi lebih cepat dan tidak menimbulkan antrean panjang,” ujar Joko saat diwawancarai tilangonews.com, Rabu (7/1/26).
Meski begitu, pembayaran tunai masih tetap diterima selama masa sosialisasi kurang lebih tiga bulan. Pihak bandara juga menyiapkan petugas yang membantu masyarakat yang belum memiliki kartu uang elektronik.
“Kami sediakan kartu senilai Rp52.000 dengan saldo Rp20.000. Saldo bisa diisi ulang di minimarket maupun melalui mobile banking,” tambahnya.
Selain pembenahan di area parkir, Bandara Djalaluddin juga melakukan perubahan pada alur pemeriksaan bagasi. Mesin x-ray yang sebelumnya berada di pintu masuk terminal kini dipindahkan ke area belakang conveyor bagasi.
Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi penumpukan antrean di pintu masuk keberangkatan.
“Sekarang di depan hanya pemeriksaan izin masuk. Pemeriksaan bagasi dilakukan setelah proses check-in,” jelas Joko Harjani.
Melalui serangkaian perubahan ini, Bandara Djalaluddin menargetkan pelayanan menjadi lebih cepat, praktis, dan nyaman bagi seluruh penumpang maupun pengunjung bandara.
