Daerah

Gorontalo Menuju Embarkasi Haji Penuh, Pembangunan Infrastruktur Bandara Dimulai

×

Gorontalo Menuju Embarkasi Haji Penuh, Pembangunan Infrastruktur Bandara Dimulai

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Rencana pembentukan embarkasi haji penuh di Provinsi Gorontalo akhirnya mulai menunjukkan progres nyata. Hal ini ditandai dengan kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek perluasan apron dan pembangunan taxiway di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Jumat (20/2/2026).

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Gusnar Ismail, didampingi Kepala Bandara Djoko Harjani serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan pembangunan infrastruktur bandara tersebut menjadi langkah penting menuju terwujudnya embarkasi haji penuh di Gorontalo.

Menurutnya, keberadaan embarkasi tidak hanya bermanfaat bagi jamaah haji, tetapi juga akan mempermudah keberangkatan jamaah umrah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pada tahun 2024, jumlah jamaah umrah asal Gorontalo mencapai sekitar 4.000 orang. Selama ini mereka berangkat melalui Makassar. Jika Gorontalo sudah menjadi embarkasi, tentu mereka bisa berangkat langsung dari sini dan dampaknya ekonomi daerah juga akan meningkat,” ujar Gusnar.

Ia juga menyebutkan bahwa proyek ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Dengan dukungan tersebut, Gusnar optimistis embarkasi haji penuh di Gorontalo dapat mulai beroperasi pada tahun 2028.

“Anggarannya sekitar Rp40 miliar dari Kementerian Perhubungan. Saya harus bolak-balik melobi, dan alhamdulillah akhirnya disetujui,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Djoko Harjani, menjelaskan bahwa setelah peletakan batu pertama ini, pekerjaan fisik proyek akan segera dimulai.

“Pekerjaan sudah mulai berjalan yang ditandai dengan groundbreaking hari ini. Mudah-mudahan pada November nanti pekerjaan perluasan apron dan pembangunan taxiway ini sudah selesai,” jelasnya.

Djoko juga memastikan bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan di bandara.

“Lokasinya berada di sebelah apron yang sudah ada, sehingga tidak mengganggu penerbangan. Namun sesuai aturan penerbangan, tetap akan ada pemberitahuan bahwa sedang berlangsung pekerjaan,” tambahnya.

Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat Gorontalo diharapkan tidak lagi harus berangkat dari daerah lain untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah. Selain mempermudah akses, keberadaan embarkasi haji penuh juga diproyeksikan menjadi penggerak baru bagi sektor ekonomi dan pariwisata di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *