Tilangonews.com – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Gorontalo melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjamin keselamatan serta kelancaran transportasi bagi masyarakat, baik angkutan jalan maupun penyeberangan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memastikan seluruh armada angkutan umum yang beroperasi dalam kondisi layak jalan melalui pemeriksaan atau ramp check terhadap bus yang melayani penumpang di sejumlah terminal.
Kepala BPTD Kelas II Gorontalo, Zulmardi, mengatakan ramp check dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi teknis kendaraan memenuhi standar keselamatan sebelum diberangkatkan menuju berbagai tujuan.
“Untuk angkutan jalan raya, kami melakukan ramp check terhadap bus-bus guna memastikan kelayakan kendaraan. Pemeriksaan ini memang kami lakukan secara rutin,” ujar Zulmardi saat diwawancarai di sela peninjauan Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Terminal Tipe A Isimu bersama unsur Forkopimda, Kamis (13/3/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan di beberapa titik, di antaranya Terminal Tipe A Dungingi dan Terminal Tipe A Isimu. Melalui ramp check tersebut, petugas memeriksa berbagai komponen kendaraan seperti sistem pengereman, lampu, ban, hingga kelengkapan administrasi.
“Ramp check ini kami lakukan untuk memastikan kondisi teknis kendaraan benar-benar memenuhi standar keselamatan sebelum bus diberangkatkan membawa penumpang,” jelasnya.
Menurut Zulmardi, meskipun sebagian armada yang beroperasi telah berusia hingga 20 tahun, namun secara teknis kendaraan tersebut masih dinyatakan memenuhi persyaratan keselamatan untuk digunakan.
“Memang ada beberapa armada yang usianya sudah cukup lama, namun secara teknis masih memenuhi syarat untuk beroperasi. Hanya saja dari sisi administrasi masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi,” tambahnya.
Selain angkutan jalan, pengawasan juga dilakukan terhadap transportasi penyeberangan operasional kapal ferry di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo dan Pelabuhan Penyeberangan Marisa.
Selama periode mudik Lebaran, BPTD juga bersinergi dengan berbagai instansi guna memastikan keselamatan penumpang, termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi angkutan umum.
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan dan didukung Badan Narkotika Nasional (BNN) yang akan melakukan tes secara acak kepada para sopir tanpa mengganggu pelayanan angkutan.
Berdasarkan perkiraan BPTD Gorontalo, potensi peningkatan jumlah penumpang pada mudik tahun ini diprediksi tidak terlalu tinggi. Untuk angkutan jalan diperkirakan meningkat sekitar lima persen, sementara angkutan penyeberangan diprediksi naik sekitar sembilan hingga sepuluh persen.
Dengan kapasitas armada yang tersedia saat ini, BPTD Kelas II Gorontalo menilai angkutan darat masih mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.
Sebagai bentuk penguatan pelayanan dan pengawasan, BPTD Kelas II Gorontalo juga menyiapkan Posko Angkutan Lebaran di sejumlah titik strategis, di antaranya Terminal Tipe A Dungingi, Terminal Tipe A Isimu, Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, serta Pelabuhan Penyeberangan Marisa.
Posko tersebut berfungsi untuk memantau operasional transportasi, memberikan informasi kepada masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor selama masa angkutan Lebaran berlangsung.




















