Daerah

Kades Yosonegoro Ungkap Alasan Batalnya Pacuan Kuda Lebaran Ketupat 2026

×

Kades Yosonegoro Ungkap Alasan Batalnya Pacuan Kuda Lebaran Ketupat 2026

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.comRencana pelaksanaan lomba pacuan kuda dalam rangka perayaan Lebaran Ketupat 1447 Hijriah/2026 Masehi di Desa Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, dipastikan batal digelar.

Kegiatan yang sedianya berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) atau sepekan setelah Idulfitri itu urung dilaksanakan akibat berbagai kendala teknis dan non-teknis.

Dinosaur

Kepala Desa Yosonegoro, Isa Amir Hanapi, mengungkapkan bahwa hingga mendekati waktu pelaksanaan, kepanitiaan kegiatan belum juga terbentuk. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang menghambat persiapan lomba pacuan kuda tersebut.

“Yang pertama, memang belum terbentuk kepanitiaannya tahun ini. Jadi tentu sulit untuk melaksanakan kegiatan tanpa ada panitia yang jelas,” ujarnya saat diwawancarai.

Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi kendala serius. Isa menjelaskan, anggaran yang tersedia jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dimana anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo hanya Rp50 juta, dan hanya Rp15 juta yang akan dicairkan ketika lomba hanya mencakup lokal.

Dinosaur

Tak hanya soal panitia dan anggaran, kondisi fasilitas gelanggang pacuan kuda juga dinilai sudah tidak memadai. Ia menyebut pagar luar dan dalam lintasan banyak yang rusak, bahkan lintasan pacuan sudah tidak layak digunakan tanpa perbaikan.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran sekitar Rp50 juta, tentu tidak cukup untuk membiayai perbaikan lintasan, kebersihan, hingga pemagaran,” tambahnya.

Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah desa bersama pihak terkait akhirnya memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan lomba pacuan kuda tahun ini.

Meski demikian, Isa memastikan kegiatan tersebut tetap menjadi agenda penting yang akan diupayakan kembali pada tahun-tahun mendatang dengan persiapan yang lebih matang.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Yosonegoro serta para pecinta kuda pacu dan gerobak sapi, agar dapat memahami kondisi ini. Insya Allah ke depan kita akan bentuk kepanitiaan jauh hari sebelum pelaksanaan agar kegiatan ini bisa kembali digelar,” katanya.

Ia juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mendukung pembiayaan kegiatan tersebut.

“Kami berharap ke depan bisa melibatkan perusahaan-perusahaan untuk berkontribusi, karena ini adalah kegiatan tahunan yang memiliki nilai budaya dan kebersamaan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *