Daerah

Kemenag Kabgor Siapkan Rangkaian Maulid Nabi, 103 Madrasah Turut Ambil Bagian

Kepala Kemenag Kabupaten Gorontalo, Iswad Abdullah Pakaja. Foto: tilangonews.com

Tilangonews com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo mulai menyiapkan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan melibatkan seluruh keluarga besar Kemenag, termasuk jajaran madrasah di daerah tersebut.

Kepala Kemenag Kabupaten Gorontalo, Iswad Abdullah Pakaja, mengatakan persiapan tersebut dilakukan setelah rangkaian peringatan Maulid Nabi yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo mulai berjalan.

“Untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ini sudah diawali oleh pemerintah daerah. Kami dari Kementerian Agama juga telah menyiapkan beberapa hal terkait pelaksanaan Maulid Nabi,” ujar Iswad, Senin (24/8/2026).

Di lingkungan Kemenag sendiri, peringatan Maulid Nabi akan melibatkan seluruh unsur keluarga besar Kemenag, mulai dari ASN, jajaran madrasah, Kepala KUA, penyuluh agama hingga penghulu.

Kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan di Aula Kemenag Kabupaten Gorontalo. Selain itu, peringatan juga akan digelar di lingkungan madrasah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berjenjang.

Iswad menyebut, terdapat sekitar 103 madrasah di Kabupaten Gorontalo yang akan mengambil bagian dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pelaksanaannya direncanakan dikoordinasikan melalui Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan dibagi ke dalam empat zona.

“Seluruh madrasah juga akan mengambil bagian melaksanakan Maulid Nabi di masing-masing sekolah. Ada sekitar 103 madrasah, kemungkinan dibagi berdasarkan KKM dalam empat zona,” jelasnya.

Pembagian zona tersebut mencakup wilayah Boliyihuto Cs, Batudaa dan sekitarnya, Telaga dan sekitarnya, serta Limboto dan sekitarnya.

Menurut Iswad, pelaksanaan Maulid Nabi di lingkungan Kemenag dijadwalkan berlangsung pekan depan, setelah rangkaian kegiatan di tingkat pemerintah daerah dan kecamatan selesai dilaksanakan.

“Insya Allah kita akan melaksanakan minggu depan, karena kita harus menyelesaikan dulu kegiatan Maulid Nabi di tingkat pemerintah daerah maupun di tingkat kecamatan,” katanya.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Iswad berharap peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW dan memperkuat keimanan serta ketakwaan umat Islam.

Ia pun mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mempelajari kembali sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW dan menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan peringatan ini kita meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Mari kita sama-sama terus memperingati dan mengingat kembali sejarah serta keteladanan Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.

Exit mobile version