Daerah

Milad ke-18, UMGO Bidik Akreditasi Unggul dan Siapkan Enam Prodi Terbaik

Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Foto: ist

Tilangonews.com – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) terus menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi unggul di kawasan timur Indonesia. Memasuki usia ke-18 tahun, UMGO menargetkan sedikitnya enam program studi meraih akreditasi Unggul sebagai bagian dari upaya meningkatkan status akreditasi institusi menjadi Unggul pada 2027.

Target tersebut disampaikan Rektor UMGO, Prof. Dr. Abdul Kadim Masaong, dalam laporan rektor pada resepsi Milad ke-18 dan Wisuda Pascasarjana, Profesi, dan Sarjana Tahun 2026, Selasa (14/7/2026).

Menurut Abdul Kadim, usia ke-18 merupakan fase penting bagi UMGO untuk bertransformasi layaknya manusia yang memasuki masa dewasa. Di usia tersebut, kampus dituntut semakin matang dalam menentukan arah pengembangan serta memperkuat kualitas akademik, sumber daya manusia, dan tata kelola.

“UMGO saat ini memasuki fase kedua Rencana Induk Pengembangan (RIP), yakni Excellent and Leading University periode 2026–2030. Ini menjadi tahapan menuju cita-cita menjadi universitas berkelas dunia pada 2045,” ujar Abdul Kadim.

Sebagai fondasi menuju target tersebut, UMGO saat ini telah mengantongi akreditasi institusi Baik Sekali. Selain itu, satu program studi telah meraih akreditasi Unggul, 12 program studi berakreditasi Baik Sekali, 20 program studi berakreditasi Baik, serta dua program studi masih berstatus Terakreditasi.

Untuk mempercepat pencapaian akreditasi institusi Unggul, UMGO menargetkan sedikitnya enam program studi memperoleh akreditasi Unggul dalam kurun 2026–2027.

Saat ini UMGO membina 35 program studi yang tersebar pada tujuh fakultas dan satu program pascasarjana. Pengembangan akademik difokuskan pada bidang kesehatan, kedokteran, sains, teknologi, pendidikan, psikologi, hingga ilmu keislaman.

Tak hanya dari sisi akademik, UMGO juga mencatat perkembangan signifikan dari sisi kelembagaan. Dalam laporannya, Abdul Kadim mengungkapkan nilai aset kampus meningkat dari Rp42,67 miliar pada 2020 menjadi Rp107,81 miliar pada 2026 atau tumbuh sekitar 152,63 persen.

Peningkatan tersebut didorong pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran lima lantai, pengadaan peralatan laboratorium modern, hingga peningkatan berbagai fasilitas pembelajaran.

“UMGO bukan hanya mempercantik fisik kampus, tetapi juga mematangkan arah pengembangan melalui Rencana Induk Pengembangan dan Rencana Strategis yang telah disusun,” jelasnya.

Di bidang sumber daya manusia, UMGO kini memiliki 257 dosen dan 104 tenaga kependidikan. Sebanyak 54 dosen telah bergelar doktor, sementara 53 dosen lainnya sedang menempuh studi doktoral. Kampus menargetkan jumlah dosen bergelar doktor mencapai lebih dari 100 orang pada 2028.

Selain itu, sebanyak 119 dosen atau sekitar 46,3 persen telah mengantongi sertifikat pendidik profesional. Persentase tersebut ditargetkan meningkat menjadi 70 persen dalam dua tahun ke depan.

Dalam kesempatan itu, Abdul Kadim juga menegaskan bahwa Program Berasrama tetap menjadi salah satu ciri khas UMGO dalam membangun karakter mahasiswa. Program tersebut dirancang untuk membentuk kebiasaan beribadah, meningkatkan disiplin belajar, sekaligus menanamkan growth mindset agar mahasiswa memiliki daya saing dan tidak menjadi generasi yang hanya mencari zona nyaman.

Di bidang kerja sama, UMGO telah menjalin 281 Memorandum of Understanding (MoU), 109 Memorandum of Agreement (MoA), dan 58 Implementation Agreement (IA) dengan berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, maupun mitra swasta di dalam dan luar negeri.

Mengakhiri laporannya, Abdul Kadim mengajak seluruh sivitas akademika dan lulusan UMGO untuk terus menjaga semangat belajar, berinovasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah mercusuar yang memancarkan cahaya bagi lingkungan sekitar. Bangsa ini membutuhkan generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki pendirian, dan mampu membawa perubahan,” tutupnya.

Exit mobile version