Tilangonews.com — Penyaluran LPG 3 kilogram di Kelurahan Bolihuwangga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dikeluhkan sejumlah warga. Salah satu pangkalan LPG 3 kilogram yang disebut warga, yakni Pangkalan inisial RO, diduga tidak lagi menyalurkan gas bersubsidi sesuai data warga yang telah terdaftar.
Warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, sebelumnya distribusi LPG 3 kilogram di pangkalan tersebut berjalan sesuai mekanisme. Warga yang telah memasukkan data KTP masih dapat memperoleh gas sesuai pendataan.
Namun, belakangan warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Pemilik pangkalan meminta warga agar membeli ditempat lain.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan protes dari warga. Bahkan, beberapa warga sempat terlibat adu mulut saat mempertanyakan distribusi LPG bersubsidi tersebut.
“Banyak yang sudah tidak dapat lagi Gas LPG 3kg ini karena tidak diberi, dia suru beli di tempat lain. Ada beberapa warga sempat adu mulut,” ujar salah satu warga.
Warga menduga LPG 3 kilogram dari pangkalan tersebut dijual dalam jumlah banyak kepada pengecer. Dugaan itu muncul setelah warga mengamati adanya aktivitas pengangkutan tabung menggunakan bentor di sekitar pangkalan.
Pada Rabu, 26 Agustus sekitar pukul 10.00 WITA, warga melihat sebuah bentor yang sebelumnya telah menjadi perhatian mereka berada di sekitar pangkalan. Namun, saat itu tabung yang diturunkan disebut sudah dalam kondisi kosong.
Warga menduga pengangkutan tersebut berkaitan dengan distribusi LPG berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026.
“Terlihat bentor terparkir yang memang sudah lama kami incar, kemudian Abang bentor sementara menurunkan LPG 3kg yang sudah kosong dalam jumlah banyak karena besok hari Kamis ada pengisian Gas,” katanya.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pengecer.
Lurah Bolihuwangga, Buyung Lihu, membenarkan bahwa pihak kelurahan telah menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait distribusi LPG 3 kilogram. Namun, ia menegaskan informasi mengenai dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pangkalan.
“Memang sudah lama kami mata-matai yang bersangkutan, karena sudah banyak laporan dari masyarakat,” kata Buyung.
Menurutnya, keluhan serupa juga datang dari beberapa titik lainnya di wilayah Hunggulawa. Namun, berdasarkan laporan yang diterima, Pangkalan RO menjadi salah satu yang paling banyak dikeluhkan.
“Ada beberapa titik yang dikeluhkan, tapi yang paling parah ini mungkin pangkalan inisial RO ini. Insyaallah besok saya akan ketemu dengan dia untuk mengonfirmasi,” ujarnya.
Buyung menambahkan, apabila pihak pangkalan tidak mengindahkan teguran dari kelurahan, persoalan tersebut dapat diteruskan kepada satuan tugas atau instansi yang berwenang.
“Kalau tidak mau dengar, ada Satgas. Karena kalau cuma sampai di kelurahan, paling hanya sampai pada peringatan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan penjualan LPG 3 kilogram kepada pengecer tersebut masih memerlukan konfirmasi langsung dari pemilik atau pengelola Pangkalan RO. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat melakukan pengecekan untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.


















