Tilangonews.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar rapat koordinasi penanganan anak putus sekolah di Aula Dinas, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan angka putus sekolah yang masih cukup tinggi di Kabupaten Gorontalo.
Rapat tersebut menghadirkan seluruh kepala desa se-Kabupaten Gorontalo dan dibuka langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.
Kepada awak media, Bupati Sofyan menjelaskan bahwa kehadiran para kepala desa diperlukan untuk melakukan verifikasi dan validasi ulang data anak putus sekolah di masing-masing wilayah.
Sebab, berdasarkan data base Kementerian Pendidikan, tercatat masih ada 9.150 anak putus sekolah di Kabupaten Gorontalo.
“Nanti kepala desa akan mengkroscek dan memvalidasi kembali data tersebut, apakah sesuai dengan kondisi riil di setiap desa,” ujar Bupati Sofyan.
Ia menambahkan, setelah proses perbaikan dan verifikasi data selesai, pemerintah daerah akan mengambil sejumlah kebijakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara konkret.
“Kalau anak itu masih berada pada usia sekolah, maka akan diarahkan kembali ke sekolah terdekat. Namun jika usianya sudah melewati usia sekolah formal, akan diikutkan program paket sesuai jenjangnya,” jelasnya.
Langkah itu, kata Sofyan, merupakan komitmen Pemkab Gorontalo untuk memenuhi target wajib belajar 13 tahun sekaligus menghadapi bonus demografi Indonesia 2045.
“Kalau persoalan ini tidak ditangani, maka akan menjadi beban ke depan. Persaingan akan semakin ketat, sementara masih ada yang putus sekolah,” tutupnya.














