Daerah

Penumpang Nataru di Bandara Djalaludin Turun 11 Persen, Lalu Lintas Pesawat Juga Menyusut

×

Penumpang Nataru di Bandara Djalaludin Turun 11 Persen, Lalu Lintas Pesawat Juga Menyusut

Sebarkan artikel ini
Kepala Bandara Djalaludin Gorontalo, Joko Harjani didampingi sejumlah pegawai bandara saat diwawancarai. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com – Bandara Djalaludin Gorontalo mencatat penurunan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Meski terjadi penurunan trafik, seluruh operasional penerbangan berjalan lancar tanpa keluhan berarti dari pengguna jasa.

Kepala Bandara Djalaludin Gorontalo, Joko Harjani, menyampaikan hal itu dalam wawancara pada Selasa, 7 Januari 2026. Ia menjelaskan, posko terpadu angkutan Nataru resmi ditutup pada 5 Januari 2026 dan penutupannya dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan.

“Untuk masa angkutan Nataru yang dimulai 18 Desember sampai 5 Januari, terjadi penurunan traffic pergerakan pesawat sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Joko.

Tidak hanya pergerakan pesawat, jumlah penumpang juga mengalami penurunan. Pada periode Nataru tahun sebelumnya, jumlah penumpang mencapai 17.199 orang. Sementara pada periode Nataru tahun ini tercatat 15.291 penumpang, atau turun sekitar 11 persen.

Kendati demikian, Joko mengungkapkan bahwa pelayanan tetap berjalan baik. Selama periode Nataru tidak ditemukan laporan terkait lonjakan harga tiket pesawat melebihi ketentuan.

“Alhamdulillah, selama posko berlangsung tidak ada laporan-laporan terkait mahalnya harga tiket atau adanya tarif di atas ketentuan. Harga tiket masih sesuai aturan, bahkan berada dalam kisaran diskon 13 sampai 14 persen,” jelasnya.

Ia juga memastikan tidak ada kejadian luar biasa selama pelaksanaan posko Nataru. Kelancaran pelayanan disebut sebagai hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bandara.

“Kami berkolaborasi dengan seluruh stakeholder bandara, mulai dari Balai Kekarantinaan Kesehatan, BMKG, AirNav Indonesia, operator penerbangan, ground handling, hingga unsur keamanan TNI–Polri. Kami juga didukung Basarnas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo,” tuturnya.

Dengan berakhirnya masa posko Nataru, pihak bandara kini melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan sekaligus mempersiapkan operasional reguler pasca libur panjang.

Dinosaur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *