Tilangonews.com – Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Gorontalo. Keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya partisipasi masyarakat, hingga belum optimalnya regulasi membuat penanganan sampah belum berjalan maksimal.
Hal itu disampaikan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat menghadiri silaturahmi bersama pasukan pengabdi lingkungan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup ke-53 yang diintegrasikan dengan penyerahan bantuan kendaraan angkut sampah (Viar) dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank SulutGo, di halaman Dinas Lingkungan Hidup dan SDA Kabupaten Gorontalo, Selasa (9/6/2026).
Menurut Sofyan, dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo, pelayanan pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan SDA baru menjangkau lima kecamatan, yakni Telaga, Telaga Biru, Limboto, Limboto Barat, dan Tibawa.
“Rata-rata capaian penanganan sampah saat ini baru berada pada kisaran 27 hingga 30 persen. Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rendahnya cakupan layanan tersebut dipengaruhi oleh masih terbatasnya armada angkut dan fasilitas pendukung pengelolaan sampah, keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, serta belum memadainya instrumen regulasi yang mendukung pengelolaan sampah secara optimal.
Karena itu, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mencari solusi atas persoalan tersebut.
“Kondisi ini menuntut adanya upaya bersama yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kesadaran serta partisipasi masyarakat, dan penyempurnaan regulasi yang mendukung pengelolaan sampah secara efektif,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga menerima bantuan lima unit kendaraan roda tiga angkutan sampah dari Bank SulutGo melalui program CSR. Bantuan tersebut disalurkan kepada lima kelurahan di Kecamatan Limboto, masing-masing Kelurahan Hutuo, Kayubulan, Hunggaluwa, Dutulanaa, dan Hepuhulawa.
Sofyan menyampaikan apresiasi kepada Bank SulutGo atas dukungan yang diberikan dalam memperkuat layanan kebersihan di daerah.
“Bantuan ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung upaya pemerintah daerah meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah serta menjaga kebersihan lingkungan di masa mendatang,” ungkapnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam bidang lingkungan hidup.
Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup ke-53 tahun ini mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, yang menekankan pentingnya aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim melalui penerapan solusi berbasis alam dan penguatan gaya hidup yang peduli terhadap lingkungan.
Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII pada 20–25 Juni 2026 di Gorontalo, Sofyan juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan daerah.
“Kita akan menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Nama baik daerah dipertaruhkan. Mari kita sukseskan bersama dengan menjaga lingkungan tetap bersih, aman, dan nyaman,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Gorontalo memberikan apresiasi kepada pasukan pengabdi lingkungan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Ia berharap dukungan sarana yang semakin memadai dapat meningkatkan kinerja para petugas sehingga pelayanan pengelolaan sampah kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
