Tilangonews.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Prof. Dr. Abdul Kadim Masaong, menegaskan komitmennya menjaga lingkungan kampus sesuai nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah. Ia menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik LGBT apabila ditemukan di lingkungan kampus.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Kadim usai prosesi Wisuda Angkatan XXIII Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang meluluskan 337 lulusan program sarjana, profesi, dan magister, Selasa (14/7/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai upaya pencegahan LGBT di lingkungan kampus, Abdul Kadim mengatakan hingga saat ini pihak universitas belum pernah menemukan bukti maupun laporan resmi terkait keberadaan mahasiswa yang terlibat dalam perilaku LGBT.
“Selama ini tidak pernah ada data yang masuk ke rektorat. Ada yang menyebut-nyebut, tetapi ketika saya minta buktinya, tidak pernah ada. Berarti sampai hari ini kami menganggap tidak ada,” ujarnya.
Ia menegaskan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang hanya mengenal relasi antara laki-laki dan perempuan.
“Di Muhammadiyah kami hanya mengenal manusia laki-laki dan perempuan. Hubungan yang kami pahami adalah laki-laki dengan perempuan. Itu yang menjadi pedoman kami,” katanya.
Abdul Kadim juga mengutip pandangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menilai LGBT sebagai persoalan serius yang harus diwaspadai.
Karena itu, ia memastikan pihak kampus akan mengambil tindakan tegas apabila ada sivitas akademika yang terbukti melakukan pelanggaran dan tidak bersedia mengikuti pembinaan.
“Kalau ada, tentu akan kami bina terlebih dahulu. Tetapi jika tidak bisa dibina dan tetap tidak mau mengikuti aturan yang berlaku di kampus, maka akan kami keluarkan. Itu sikap tegas kami,” tegasnya.
Menurut Abdul Kadim, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan akademik agar tetap selaras dengan visi Universitas Muhammadiyah Gorontalo sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam.
Ia pun memastikan hingga kini UMGO tetap kondusif dan belum menerima laporan resmi yang membuktikan adanya praktik LGBT di lingkungan kampus.
