Tilangonews.com – Menyikapi isu kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang beredar di masyarakat, Pemerintah Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pangkalan LPG pada Senin (23/2/2026).
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Kayubulan, Tasril Ilimullah, dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat guna memastikan ketersediaan serta harga LPG bersubsidi tetap sesuai ketentuan.
Tasril Ilimullah mengatakan, sidak ini dilakukan sebagai respons atas informasi kelangkaan LPG 3 kg yang ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir.
“Memang belum ada laporan langsung yang masuk kepada kami. Namun saya membaca di beberapa media online tentang adanya kelangkaan LPG di beberapa wilayah. Karena itu kami turun langsung untuk memastikan apakah kondisi yang sama terjadi di wilayah Kayubulan,” ujar Tasril.
Dari hasil sidak yang dilakukan di beberapa pangkalan yang dijadikan sampel, pemerintah kelurahan memastikan harga LPG 3 kg masih berada pada harga normal, yakni Rp18.000 per tabung.
“Di tingkat pangkalan tidak ada kenaikan harga. Semuanya masih sesuai dengan harga standar,” jelasnya usai melakukan sidak.
Tasril menjelaskan, setiap kali pengantaran, masing-masing pangkalan menerima sekitar 50 tabung LPG 3 kg. Penyalurannya dilakukan sesuai daftar nama penerima yang telah terdata, dengan sistem satu orang satu tabung. Proses penyaluran juga diinput melalui aplikasi dengan melampirkan identitas pembeli.
Di Kelurahan Kayubulan sendiri terdapat sekitar 20 pangkalan LPG yang secara berkala memperbarui izin usaha setiap tiga bulan.
Meski demikian, dari hasil pemantauan di lapangan beredar informasi mengenai kenaikan harga LPG yang diduga terjadi di tingkat pengecer, bukan di pangkalan resmi.
“Kami memang belum menemukan langsung pengecer yang menjual dengan harga tinggi. Namun dari keterangan beberapa pedagang di pasar, ada indikasi seperti itu,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti jika ditemukan pengecer yang menjual LPG tanpa izin resmi. Pemerintah kelurahan juga berencana kembali turun ke lapangan dengan berkoordinasi bersama dinas terkait, mengingat sebagian aktivitas penjualan berada di wilayah pasar.
Tasril pun mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi guna menghindari harga yang lebih mahal di tingkat pengecer.
“Kalau membeli di pangkalan, harganya normal. Jangan lewat pengecer karena biasanya lebih tinggi,” tegasnya.
Pemerintah Kelurahan Kayubulan memastikan akan terus melakukan pemantauan guna mencegah kelangkaan maupun lonjakan harga LPG 3 kg di wilayah tersebut, terutama selama bulan Ramadan.





















