Tilangonews.com – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi malam pasang lampu atau Tumbilotohe yang menjadi warisan budaya masyarakat Gorontalo.
Tradisi Tumbilotohe digelar setiap malam ke-27 Ramadan dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Pada malam tersebut, masyarakat menghiasi halaman rumah, jalan, hingga tempat ibadah dengan ribuan lampu minyak tradisional yang menciptakan pemandangan indah dan penuh makna religius.
Menurut Zulfikar, tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat kuat bagi masyarakat Gorontalo.
“Tradisi Tumbilotohe merupakan warisan budaya yang sudah turun-temurun dijaga oleh masyarakat Gorontalo. Ini bukan hanya soal memasang lampu, tetapi juga simbol kebersamaan, syiar Islam, dan rasa syukur menjelang malam-malam akhir Ramadan,” ujar Zulfikar.
Ia juga mengajak generasi muda untuk turut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam melestarikan tradisi ini. Kita ingin Tumbilotohe tetap hidup dan menjadi identitas budaya masyarakat Gorontalo yang dikenal luas,” tambahnya.
Zulfikar berharap perayaan Tumbilotohe tahun ini dapat berlangsung meriah, aman, dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan tradisi tersebut.
Tradisi Tumbilotohe sendiri merupakan salah satu kearifan lokal yang menjadi daya tarik budaya di Gorontalo. Setiap tahun, ribuan lampu minyak yang dipasang masyarakat menghadirkan suasana malam yang terang dan indah, sekaligus menjadi simbol penerangan menuju malam Lailatul Qadar di penghujung bulan suci Ramadan.




















