Tilangonews.com – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SDN 11 Telaga Biru usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (21/5/2026).
Staf Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Suherman Dinata mengatakan, tim kesehatan bersama petugas puskesmas telah melakukan pengambilan sejumlah sampel makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) desa Tuladenggi untuk diperiksa lebih lanjut.
Menurutnya, sampel yang diambil meliputi makanan yang disimpan pada suhu ruangan, makanan dalam pendingin atau chiller, hingga sisa makanan yang belum sempat didistribusikan kepada siswa.
“Pengambilan sampel sudah dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan tim puskesmas. Hari ini sampel langsung dibawa ke Balai POM untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujar Suherman.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut karena masih menunggu hasil uji laboratorium dari Balai POM.
“Kami belum berani menyimpulkan apakah penyebabnya bakteri atau faktor lain. Semua masih menunggu hasil laboratorium,” jelasnya.
Dari data sementara, kata dia jumlah siswa yang terindikasi mengalami keracunan mencapai sekitar 18 orang. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru akan diketahui dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Setelah hasil laboratorium keluar, lanjut Suherman, pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo serta pihak penyelenggara SPPG untuk menentukan langkah berikutnya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten disebut tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan operasional penyedia MBG.
“Kalau untuk penutupan, itu bukan kewenangan kami. Yang memiliki kewenangan adalah pihak Badan Gizi bersama internal SPPG. Kami hanya sebatas melakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan,” pungkasnya.
Sebelumnya, para siswa di SDN 11 Telaga Biru tiba-tiba mengalami mual, muntah, hingga sakit perut setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.














