Tilangonews.com – Rembug Utama Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII resmi digelar di Aula Universitas Gorontalo, Jumat (19/6/2026). Forum yang diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi wadah konsolidasi dan perumusan langkah strategis guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran sentral dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang kedaulatan bangsa.
Menurut Idah, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi dan pertahanan, tetapi juga oleh sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Karena itu, petani dan nelayan dinilai sebagai garda terdepan dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Suatu negara akan kuat apabila memiliki sistem pangan yang kuat. Karena itu, petani dan nelayan sesungguhnya adalah penjaga kedaulatan bangsa. Merekalah pahlawan pangan Indonesia,” ujar Idah.
Ia menilai tantangan sektor pangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, gejolak ekonomi global, hingga ancaman krisis pangan dunia. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut penguatan sektor pertanian dan perikanan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi petani maupun nelayan.
Idah berharap Rembug Utama PENAS XVII tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi yang dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Yadi Sofyan Noor, mengatakan Rembug Utama merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian PENAS XVII. Selain membahas isu strategis pertanian dan perikanan, forum tersebut juga akan menentukan calon tuan rumah PENAS XVIII yang dijadwalkan berlangsung pada 2029.
Menurut Yadi, hingga saat ini terdapat tiga provinsi yang telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Lampung.
Forum tersebut juga diisi dengan pemaparan mengenai dukungan berbagai pihak terhadap percepatan swasembada pangan, transformasi teknologi pertanian, penandatanganan nota kesepahaman antara KTNA dan Syngenta, serta pemantapan materi dialog temu wicara bersama Wakil Presiden Republik Indonesia.
Melalui Rembug Utama PENAS XVII, diharapkan lahir berbagai keputusan strategis yang dapat memperkuat peran KTNA sekaligus mendorong percepatan pembangunan sektor pertanian dan perikanan menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan.

















