Tilangonews.com – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo resmi berakhir. Menjelang pembongkaran stan dan kepulangan para peserta, sejumlah pedagang memanfaatkan hari terakhir penyelenggaraan untuk menghabiskan stok dagangan.
Sejumlah pelaku usaha mengaku mampu meraih keuntungan selama pelaksanaan PENAS XVII. Bahkan, mereka menilai penyelenggaraan PENAS di Gorontalo lebih menjanjikan dibandingkan beberapa daerah penyelenggara sebelumnya.
Suasana hari terakhir PENAS XVII di kawasan pameran Gelanggang David-Tonny, Kabupaten Gorontalo, Kamis (25/6/26) masih diwarnai aktivitas jual beli. Salah satunya terlihat di lapak penjual kaos suvenir yang menawarkan berbagai produk bertema PENAS dan khas Gorontalo dengan harga diskon.
Strategi potongan harga tersebut dilakukan untuk menghabiskan sisa barang dagangan agar tidak perlu dibawa kembali ke daerah asal.
Meski sebagian besar kontingen dari berbagai provinsi telah kembali ke daerah masing-masing usai penutupan acara, transaksi penjualan masih terus berlangsung dengan memanfaatkan pengunjung yang tersisa di lokasi kegiatan.
“Di hari terakhir ini masih banyak yang membeli. Kami sudah kasih harga diskon, hitung-hitung untuk balik modal,” ujar Indra Jaya.
Pedagang kaos asal Jakarta itu mengaku bersyukur karena penjualan selama PENAS XVII berjalan cukup baik. Pendapatan yang diperoleh dinilai mampu menutup biaya operasional sekaligus modal yang telah dikeluarkan.
Ia bahkan menilai PENAS XVII di Gorontalo memberikan hasil penjualan yang lebih baik dibandingkan beberapa penyelenggaraan sebelumnya, termasuk saat digelar di Padang. Menurutnya, jumlah pedagang kaos yang tidak terlalu banyak menjadi salah satu faktor yang membuat persaingan lebih rendah sehingga peluang penjualan lebih besar.
“Alhamdulillah, insyaallah tidak rugi. Pembeli sangat antusias. Dibandingkan PENAS di Padang sebelumnya, di Gorontalo penjual kaos lebih sedikit sehingga pembelinya lebih banyak,” katanya.
Selama penyelenggaraan PENAS XVII, Indra memperkirakan omzet yang diperolehnya mencapai sekitar Rp50 juta, meskipun jumlah barang dagangan yang dibawa tidak terlalu banyak.
“Pendapatan relatif, karena barang dagangan yang saya bawa tidak terlalu banyak. Tapi omzet selama PENAS ini insyaallah sekitar Rp50 juta,” ungkapnya.
Berakhirnya PENAS XVII di Gorontalo menjadi penutup manis bagi para pedagang yang datang dari berbagai daerah. Mereka berharap kegiatan serupa di masa mendatang kembali mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah penyelenggara.

















