Daerah

Zulfikar Usira Dorong Kepala Sekolah Jadikan PMR Bagian dari Budaya Sekolah

×

Zulfikar Usira Dorong Kepala Sekolah Jadikan PMR Bagian dari Budaya Sekolah

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Ketua PMI Kabupaten Gorontalo yang juga Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, mengajak seluruh kepala sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Gorontalo untuk menjadikan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler.

Ajakan tersebut disampaikan Zulfikar saat membuka kegiatan Orientasi Kepalangmerahan bagi Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Gorontalo yang berlangsung di aula Dikbud Kabupaten Gorontalo, Selasa (21/7/26).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antara PMI Kabupaten Gorontalo dan Dinas Pendidikan dalam membangun karakter peserta didik melalui pendidikan kepalangmerahan.

Dalam sambutannya, Zulfikar mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo yang terus menjalin kerja sama dengan PMI. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah yang mengikuti orientasi tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang peduli dan berjiwa kemanusiaan.

Menurutnya, tantangan dunia saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya risiko bencana, persoalan kesehatan masyarakat, hingga berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. Karena itu, sekolah dituntut mengambil peran yang lebih luas dalam membentuk karakter peserta didik.

“Sekolah tidak lagi hanya menjadi tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat membangun karakter, kepedulian sosial, dan budaya keselamatan,” ujar Zulfikar.

Ia menegaskan, PMI memiliki peran strategis melalui pembinaan Palang Merah Remaja (PMR). Menurutnya, PMR bukan sekadar wadah ekstrakurikuler, melainkan sarana pembentukan karakter yang menanamkan nilai-nilai kesukarelaan, kepemimpinan, disiplin, kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial.

Melalui PMR, kata Zulfikar, peserta didik dibekali kemampuan menolong diri sendiri, membantu sesama, hingga menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Anak-anak yang dibina melalui PMR akan tumbuh menjadi generasi yang memahami pentingnya hidup sehat, memiliki keterampilan pertolongan pertama, mampu merespons keadaan darurat secara tepat, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Kabupaten Gorontalo yang unggul,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembinaan PMR sangat bergantung pada dukungan kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan. Karena itu, setiap sekolah diharapkan tidak hanya membentuk PMR untuk memenuhi aspek administrasi, tetapi benar-benar menjadikannya bagian dari budaya sekolah.

Menurut Zulfikar, PMR harus menjadi motor penggerak berbagai program seperti pendidikan kesehatan, kampanye hidup bersih dan sehat, donor darah sukarela, pelestarian lingkungan, pelayanan kesehatan sederhana, hingga berbagai aksi sosial yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Selain itu, PMR juga dinilai mampu menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, serta pengabdian kepada masyarakat yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai bentuk komitmen, PMI Kabupaten Gorontalo akan terus mendampingi sekolah dalam pembentukan dan pembinaan PMR melalui peningkatan kapasitas pembina, pelatihan pertolongan pertama, pendidikan kesehatan remaja, kesiapsiagaan bencana, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.

Zulfikar meyakini kolaborasi antara PMI, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru pembina, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan membangun ekosistem pendidikan yang sehat, aman, tangguh, dan berkarakter.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh kepala sekolah menjadikan hasil orientasi tersebut sebagai langkah nyata dengan menghidupkan kembali PMR di setiap sekolah, memperkuat pembinaan secara berkelanjutan, membangun Sekolah Siaga Bencana, serta menanamkan Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

“Marilah kita menjadikan sekolah sebagai pusat lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, semangat gotong royong, serta keberanian untuk menjadi pelopor dan penggerak kemanusiaan,” tutup Zulfikar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *