Daerah

Atap Kelas Rusak, Siswa SDN 18 Telaga Biru Belajar Diliputi Rasa Takut

Kondisi ruang kelas SDN 18 Telaga Biru. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com — Aktivitas belajar mengajar di SDN 18 Telaga Biru, Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, berlangsung dalam kondisi memprihatinkan.

Sejumlah siswa terpaksa mengikuti pelajaran di ruang kelas yang tidak lagi layak, bahkan berisiko membahayakan keselamatan.

Kerusakan paling parah terjadi pada ruang kelas 2 dan kelas 3. Bagian atap yang sudah rapuh banyak yang terlepas, sehingga menimbulkan rasa waswas bagi siswa saat berada di dalam kelas.

Kepala Sekolah SDN 18 Telaga Biru, Nengry Datau, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut membuat siswa tidak nyaman bahkan takut saat proses belajar berlangsung.

“Anak-anak merasa tidak aman karena atapnya sudah banyak yang rusak dan lepas,” ujarnya.

Saat hujan turun, kegiatan belajar praktis terhenti. Air yang masuk melalui atap bocor memaksa siswa dipindahkan ke lokasi lain, seperti rumah guru atau ruang dewan guru, agar proses belajar tetap berjalan.

Tak hanya itu, genangan air yang tersisa di dalam kelas harus dibersihkan terlebih dahulu keesokan harinya sebelum pembelajaran dimulai kembali.

“Kalau hujan, pasti bocor. Jadi kami harus pindah tempat belajar. Besoknya, siswa dan guru membersihkan air dulu,” jelasnya.

Kondisi ini telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Meskipun jumlah siswa di kelas 2 hanya sekitar 15 orang, situasi tersebut dinilai tetap tidak memenuhi standar kelayakan ruang belajar.

Ironisnya, ruang kelas 3 yang sebelumnya sempat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat bersama komite sekolah, kini kembali mengalami kerusakan.

Secara keseluruhan, sekolah ini memiliki enam rombongan belajar, namun hanya didukung lima ruang kelas. Akibatnya, satu rombongan belajar harus menggunakan ruang seadanya.

Pihak sekolah pun berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan perbaikan yang kabarnya telah direncanakan, mengingat kondisi bangunan yang terus memburuk.

“Kami mendapat informasi sekolah ini sudah masuk daftar penerima bantuan. Harapannya bisa segera direalisasikan,” tutup Nengry.

Exit mobile version