Daerah

Baate Telaga Biru Dukung Gelar Pulanga untuk Sofyan Puhi, Apresiasi Restu Keluarga David Bobihoe

Tilangonews.com — Baate Telaga Biru, Salihi Harun, mendukung rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.

Menurutnya, rekam jejak pengabdian Sofyan Puhi dalam pemerintahan dan politik daerah menjadi hal yang patut dipertimbangkan dalam pemberian penghargaan adat tersebut.

Salihi menjelaskan, perjalanan pengabdian Sofyan Puhi telah melewati sejumlah tahapan. Di antaranya, saat mendampingi almarhum David Bobihoe yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Gorontalo, kemudian menjadi anggota DPRD Kabupaten Gorontalo hingga anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Melalui berbagai jabatan tersebut, Sofyan Puhi dinilai turut berperan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

“Jika melihat perjalanan pengabdian beliau, kami menilai penganugerahan gelar adat ini merupakan bentuk penghormatan yang patut dipertimbangkan. Beliau telah melalui berbagai tahapan pengabdian dan turut mengambil bagian dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Salihi.

Selain rekam jejaknya, Salihi juga menilai Sofyan Puhi memiliki pembawaan yang tenang dalam berinteraksi dengan masyarakat. Sikap tersebut, menurutnya, merupakan salah satu hal penting yang perlu dimiliki seorang pemimpin.

Ia menegaskan, dukungan terhadap rencana penganugerahan Pulanga tidak hanya menyangkut sosok penerima gelar, tetapi juga berkaitan dengan upaya mempertahankan tradisi dan nilai-nilai penghormatan dalam adat Gorontalo.

Hargai Restu Keluarga David Bobihoe

Salihi turut mengapresiasi istri dan keluarga almarhum David Bobihoe yang telah memberikan restu kepada lembaga adat untuk melanjutkan proses penganugerahan gelar Pulanga kepada Sofyan Puhi. Gelar tersebut sebelumnya pernah disematkan kepada almarhum David Bobihoe.

Baginya, restu keluarga memiliki arti penting dalam menjaga penghormatan terhadap warisan adat sekaligus menghargai perjalanan para tokoh yang telah berkontribusi bagi daerah.

Ia berharap proses penganugerahan dapat berjalan dengan baik, mengedepankan kebijaksanaan, serta tetap menghormati sejarah dan nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur.

Didukung Pemangku Adat Telaga Biru

Dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar Pulanga tersebut, lanjut Salihi, juga datang dari sejumlah pemangku adat di wilayah Telaga Biru, termasuk Kimalaha Tuladenggi, Kimalaha Lupoyo, Talumelito, dan Pentadio.

Salihi bersama para pemangku adat menyampaikan apresiasi terhadap proses yang sedang dijalankan lembaga adat. Mereka berharap keputusan yang diambil nantinya tetap melalui musyawarah dan pertimbangan adat yang matang.

“Kami bersama para pemangku adat menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap proses penganugerahan ini. Harapan kami, semuanya berjalan dengan baik dan tetap menjunjung tinggi kehormatan serta kebijaksanaan adat Gorontalo,” ungkapnya.

Salihi menambahkan, gelar Pulanga sepatutnya tidak hanya dipandang sebagai seremoni, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya pengabdian, keteladanan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur masyarakat Gorontalo.

Ia berharap proses tersebut dapat mempererat hubungan antara lembaga adat, pemerintah, tokoh masyarakat, serta keluarga para pendahulu dalam menjaga kelestarian adat sebagai bagian dari identitas masyarakat Gorontalo.

Exit mobile version