Tilangonews.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo memperkenalkan Tenukala sebagai inovasi baru dalam pengembangan wastra daerah pada rangkaian Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026.
Pengenalan Tenukala berlangsung dalam Seminar Nasional Wastra Nusantara yang menjadi bagian dari HARFEST 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, Jumat (11/9/2026).
Kehadiran Tenukala menjadi langkah lanjutan dalam memperkaya produk wastra Gorontalo yang selama ini telah dikenal luas melalui Karawo.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan Gorontalo kini tidak hanya memiliki Karawo sebagai kekuatan wastra daerah, tetapi juga mulai mengembangkan tenun yang dipadukan dengan berbagai unsur khas lainnya.
“Kalau selama ini kita hanya mengenal Karawo sebagai wastra Gorontalo, saat ini kita mulai mengenalkan tenun Gorontalo yang dipadukan dengan Karawo,” ujar Bambang dalam sambutannya pada pembukaan Festival Kuliner HARFEST 2026.
Menurut Bambang, Tenukala merupakan bentuk inovasi yang memadukan tenun, sulaman Karawo, serta leaf art atau seni lukis menggunakan unsur daun pada kain tenun.
Inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap produk wastra sekaligus membuka ruang baru bagi pengembangan ekonomi kreatif di Gorontalo.
“Ini adalah satu bentuk inovasi yang terus bergulir untuk menambah nilai dari Karawo yang selama ini kita kenal,” katanya.
Bambang menegaskan, pengembangan Tenukala bukan berarti menggeser posisi Karawo yang telah menjadi salah satu identitas wastra Gorontalo. Sebaliknya, inovasi tersebut menjadi upaya memperluas kekayaan wastra daerah dengan mengembangkan produk baru berbasis potensi lokal.
“Ke depan Gorontalo tidak hanya dikenal dengan Karawonya. Namun ke depan Gorontalo juga punya tenun yang akan dipadukan dengan sulaman Karawo,” ujarnya.
Melalui HARFEST 2026, BI bersama pemerintah daerah dan para pelaku ekonomi kreatif mendorong agar inovasi wastra tidak berhenti pada pelestarian budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu berkembang menjadi produk yang memiliki daya saing.
Pengenalan Tenukala juga menjadi bagian dari rangkaian HARFEST 2026 yang menghadirkan berbagai potensi ekonomi kreatif Gorontalo, mulai dari wastra, kuliner, kopi, hingga produk UMKM.
Bambang berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga wastra Gorontalo memiliki semakin banyak pilihan produk sekaligus mampu memperluas pasar.
HARFEST 2026 berlangsung selama tiga hari, 11 hingga 13 September 2026, di GPCC Kota Gorontalo dan melibatkan berbagai pelaku UMKM serta sektor ekonomi kreatif.
o
