Dinosaur
Daerah

Dari Maulid hingga Tugas Legislasi, Rahmijati Jahja Tekankan Pentingnya Keteladanan

×

Dari Maulid hingga Tugas Legislasi, Rahmijati Jahja Tekankan Pentingnya Keteladanan

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Anggota DPD RI asal Gorontalo, Rahmijati Jahja, mengajak masyarakat tidak menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk kembali menghidupkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Rahmijati mengatakan, keteladanan Nabi Muhammad SAW sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan hanya memperingati hari ulang tahunnya. Tetapi bagaimana kita memaknai Maulid ini, meneladani akhlak mulia, kejujuran, kepekaan sosial, kesabaran dan kepemimpinan,” ujar Rahmijati saat menjadi narasumber podcast di salah satu Radio sawasta, Rabu (26/8/2026).

Ia menilai nilai-nilai tersebut tidak hanya penting bagi masyarakat secara umum, tetapi juga menjadi bekal bagi para pemimpin dalam menjalankan amanah.

Dalam kesempatan itu, Rahmijati turut menjelaskan perannya sebagai anggota DPD RI. Ia saat ini berada di Komite II dan Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU).

Menurutnya, PPUU memiliki peran penting dalam memastikan rancangan undang-undang yang disusun berbagai alat kelengkapan DPD dapat berjalan harmonis dan tidak saling bertentangan.

Setiap rancangan yang masuk, kata dia, harus melalui proses harmonisasi, termasuk melibatkan komite-komite terkait hingga ahli bahasa untuk memastikan setiap rumusan memiliki makna yang tepat.

“Undang-undang yang kita buat ini berlaku untuk 38 provinsi, bukan untuk satu provinsi,” tegasnya.

Rahmijati mengatakan pengalamannya selama empat periode di PPUU membuatnya memahami bahwa proses legislasi tidak sekadar menyusun aturan, tetapi juga memastikan kepentingan daerah tetap mendapat ruang dalam produk hukum nasional.

Di luar aktivitasnya sebagai senator, Rahmijati juga terus menjalankan amanah melalui Rumah Cinta Quran (RCQ) David Bobihoe. Lembaga yang didirikan untuk mengenang almarhum suaminya, David Bobihoe Akib, itu diarahkan untuk membentuk generasi muda yang dekat dengan Al-Quran.

Setiap sore, sekitar 200 anak mengikuti pembelajaran tahfiz Al-Quran di RCQ tersebut. Mereka dibimbing oleh lima ustazah dan satu ustaz.

Bagi Rahmijati, pembinaan generasi muda melalui nilai-nilai Al-Quran menjadi bagian penting dari upaya menanamkan akhlak sejak dini, sejalan dengan semangat Maulid Nabi untuk menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *