Daerah

Di Usia 81 RI, Dandim 1315 Gorontalo Tegaskan Komitmen TNI Kawal Program Presiden untuk Rakyat

Komandan Kodim (Dandim) 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Inf Julius Jongen Matakena. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com — Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, TNI terus memperkuat perannya di tengah masyarakat. Bukan hanya menjaga pertahanan wilayah, TNI juga ikut mengawal berbagai program strategis pemerintah yang manfaatnya ditujukan langsung kepada rakyat.

Komitmen tersebut ditegaskan Komandan Kodim (Dandim) 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, saat ditemui di Markas Kodim 1315, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Jumat (21/8/2026).

Julius mengatakan, kehadiran TNI dalam mendukung pembangunan merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Menurutnya, TNI harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata, terutama melalui dukungan terhadap program-program pemerintah yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Kami jajaran TNI berkomitmen untuk terus hadir dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Julius.

Ia menjelaskan, Kodim 1315 saat ini turut mengawal sejumlah program strategis pemerintah pusat di Kabupaten Gorontalo. Program tersebut antara lain pembangunan saluran air, fasilitas umum, gedung Koperasi Merah Putih hingga pembangunan jembatan di sejumlah wilayah.

Salah satu program yang mendapat perhatian Kodim 1315 adalah pembangunan infrastruktur jembatan.

Julius mengungkapkan, terdapat 14 titik pembangunan jembatan yang ditangani di wilayah Kabupaten Gorontalo. Dari jumlah tersebut, tujuh jembatan telah rampung 100 persen dan telah diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia.

Tujuh jembatan yang telah selesai terdiri dari dua jembatan gantung, yakni di Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai dan Desa Hutuo, Kecamatan Limboto. Kemudian satu jembatan beton berada di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru.

Sementara empat lainnya merupakan jembatan Armco yang berada di Desa Polohungo, Kecamatan Limboto; Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru; Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa; dan Desa Ilohelumo, Kecamatan Boliyohuto.

Selain tujuh jembatan yang telah rampung, tujuh jembatan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Dua jembatan gantung masing-masing berada di Dusun Hungayomonu, Desa Bululi, Kecamatan Asparaga dan Dusun Karya Tani, Desa Iloheluma, Kecamatan Boliyohuto.

Sedangkan lima jembatan beton tengah dikerjakan di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru; Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa; Desa Karya Mukti dan Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango; serta Desa Iloheluma, Kecamatan Boliyohuto.

Dalam proses pembangunan tersebut, Julius memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut mendukung dan membantu pekerjaan di setiap lokasi.

Menurutnya, semangat gotong royong dan swadaya masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuat pembangunan dapat berjalan dengan baik meski anggaran yang tersedia relatif terbatas.

“Meskipun anggaran yang disediakan relatif efisien dan terbatas, proses pembangunan berjalan sangat baik dan lancar berkat bantuan swadaya serta partisipasi aktif dari warga,” katanya.

Bagi Julius, dukungan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah maupun TNI. Partisipasi warga menjadi kekuatan penting agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.

Ia menilai, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan para pejuang kemerdekaan, yakni persatuan dan gotong royong.

“Ini membuktikan bahwa ketika TNI dan masyarakat bahu-membahu, keterbatasan anggaran bukan lagi hambatan untuk membangun daerah,” pungkasnya.

Di momentum 81 tahun Indonesia merdeka, Dandim 1315 menegaskan komitmen TNI untuk terus berada di tengah rakyat, mengawal program pemerintah dan memastikan pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo.

Exit mobile version