Daerah

Greis Kristina Raih IPK 3,77 Cumlaude, Akui Tak Pernah Dibeda-bedakan Selama Kuliah di UMGO

×

Greis Kristina Raih IPK 3,77 Cumlaude, Akui Tak Pernah Dibeda-bedakan Selama Kuliah di UMGO

Sebarkan artikel ini
Wisudawati Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Greis Kristina Yoluut. Foto: ist

Tilangonews.com – Momen wisuda Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Angkatan XXIII tidak hanya menghadirkan kisah sukses para lulusan, tetapi juga menjadi bukti bahwa keberagaman dan toleransi tumbuh di lingkungan kampus.

Salah satu wisudawati yang mencuri perhatian adalah Greis Kristina Yoluut, mahasiswi asal Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Greis berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77.

Ia juga pernah mengharumkan nama kampus sebagai peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 4 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Dalam sambutannya di hadapan civitas akademika, Greis mengaku sempat diliputi keraguan saat memutuskan melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Sebagai seorang mahasiswi beragama Kristen, ia bertanya-tanya apakah dirinya dapat diterima di kampus berbasis Islam tersebut.

Namun, keraguan itu perlahan hilang sejak hari pertama menjalani perkuliahan.

“Meski saya beragama non-Islam, saya merasa sangat diterima dan tidak pernah dibeda-bedakan oleh dosen maupun teman-teman seperjuangan saya,” ungkap Greis, Selasa (14/7/26).

Menurutnya, selama menempuh pendidikan di UMGO, ia tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar mengenai pentingnya toleransi, kebersamaan, dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Ia menilai lingkungan kampus memberikan ruang bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang tanpa memandang latar belakang agama maupun daerah asal.

“Di kampus ini saya belajar bahwa kita bisa saling menghargai keyakinan satu sama lain tanpa harus kehilangan identitas diri. Lingkungan yang nyaman membuat saya berkembang, baik secara akademik maupun pribadi,” katanya.

Greis mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Berbagai pengalaman selama kuliah, termasuk mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan masa depan.

Di akhir sambutannya, Greis mengajak calon mahasiswa, termasuk mereka yang berasal dari kalangan non-Muslim, agar tidak ragu melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

“Jangan ragu berkuliah di sini. Keberagaman di Universitas Muhammadiyah Gorontalo justru menjadi kekuatan kita bersama dalam belajar dan berteman,” ujarnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan kalimat yang menjadi kesan mendalam selama menempuh pendidikan di UMGO.

“Kuliah di Universitas Muhammadiyah Gorontalo, imannya kuat, ilmunya tinggi, akhlaknya baik, dan soft skill-nya hebat.” tutup Greis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *