Tilangonews.com – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII tidak hanya memberikan dampak pada sektor pertanian dan perekonomian daerah, tetapi juga membuka peluang tambahan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Gorontalo.
Menurut Gusnar, sebelum PENAS XVII digelar, Gorontalo telah memperoleh alokasi sebanyak 4.059 unit program BSPS dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Namun, momentum PENAS XVII dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperlihatkan langsung pelaksanaan program tersebut kepada para menteri yang hadir di Gorontalo.
Gusnar menjelaskan, saat Menteri Dalam Negeri berkunjung ke Gorontalo dalam rangkaian PENAS XVII, ia sengaja mengajak melihat langsung salah satu lokasi pembangunan rumah penerima BSPS. Kunjungan itu sekaligus memperlihatkan penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang mempercepat proses pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah menggratiskan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sebelumnya menjadi kewajiban penerima bantuan. Selain itu, sertifikat tanah juga dapat diselesaikan bersamaan dengan pembangunan rumah sehingga masyarakat langsung memperoleh kepastian hukum atas tempat tinggalnya.
“Ini menjadi contoh pertama di Indonesia karena implementasi SKB tersebut baru ditandatangani pada 9 Juni 2026. Berkat PENAS XVII, kita bisa memperlihatkan langsung pelaksanaannya kepada pemerintah pusat,” ujar Gusnar saat konferensi pers di aula rumah dinasnya, Sabtu (27/6/26) malam.
Ia mengatakan, hasil kunjungan tersebut mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Sehari setelah kembali ke Jakarta, Menteri Dalam Negeri bersama Menteri PKP membahas capaian Gorontalo dan menjadikannya sebagai contoh nasional dalam pelaksanaan program BSPS.
Tidak hanya itu, Gusnar mengaku mendapat kabar bahwa Gorontalo akan memperoleh tambahan alokasi sebanyak 1.000 unit rumah BSPS. Tambahan tersebut dinilai sebagai buah dari sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat yang terbangun melalui penyelenggaraan PENAS XVII.
“Ini manfaat nyata dari PENAS. Cerita baik yang kita tunjukkan di Gorontalo ditangkap oleh pemerintah pusat dan menghasilkan tambahan program yang langsung menyentuh masyarakat,” kata Gusnar.
Selain sektor perumahan, penyelenggaraan PENAS XVII juga memberikan dampak ekonomi. Selama lima hari pelaksanaan kegiatan, transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat mencapai sekitar Rp1,157 miliar, menunjukkan besarnya perputaran ekonomi yang tercipta selama ajang nasional tersebut.
Gusnar menegaskan, berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa menjadi tuan rumah PENAS XVII tidak hanya menghadirkan manfaat jangka pendek, tetapi juga membuka peluang program pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.
















