Tilangonews.com – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan dan pembentukan akhlak generasi muda sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup hanya ditopang pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sofyan Puhi dalam kegiatan istighosah dan zikir bersama memperingati Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Gorontalo, yang berlangsung di halaman Masjid Baiturahman, Limboto, Minggu (25/10/2026).
Dalam sambutannya, Sofyan mengapresiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gorontalo yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, kedamaian, dan kemajuan daerah.
Ia menilai, istighosah dan zikir bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
Menurut Sofyan, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.
“Pembangunan sebuah daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi semata. Kita juga membutuhkan pembangunan mental, moral, dan spiritual sebagai landasan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, berakhlak mulia, dan sejahtera,” demikian pesan Sofyan dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai keislaman dan falsafah adat Gorontalo, yakni Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah, harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki momentum Hari Santri Nasional, Sofyan mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan peran besar santri dan ulama dalam perjalanan bangsa Indonesia. Keduanya dinilai memiliki kontribusi penting dalam perjuangan kemerdekaan sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai agama dan cinta tanah air.
Ia menegaskan, peran santri pada masa kini tetap strategis. Santri tidak hanya dituntut mendalami ilmu agama, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penjaga moral, memperkuat nilai toleransi, serta mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Terlebih, perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Penyebaran hoaks, perundungan siber, serta pengaruh pergaulan yang tidak sehat menjadi sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi bersama.
Karena itu, menurut Sofyan, generasi muda perlu dibekali kemampuan intelektual yang memadai sekaligus keimanan dan akhlak yang kuat agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Dalam hal ini, pondok pesantren dan para santri diharapkan mengambil peran sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai kedamaian, ketenteraman, dan kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo, lanjut Sofyan, berkomitmen memperkuat sinergi dengan PCNU, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan Islam, serta berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan daerah yang religius, maju, dan sejahtera.
Dukungan tersebut diarahkan pada penguatan nilai keagamaan, peningkatan kualitas pendidikan Islam, pembinaan akhlak, serta pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
Melalui kegiatan istighosah dan zikir bersama itu, Sofyan juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar Kabupaten Gorontalo senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan, dijauhkan dari bencana serta perpecahan, dan diberikan kemudahan dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Ia berharap para pemimpin diberikan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah, sementara masyarakat terus menjaga persaudaraan dan memperkuat semangat kebersamaan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran agama, pendidikan pesantren, dan pembentukan karakter dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu, beriman, serta berakhlak mulia.
