Tilangonews.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat sektor perkebunan melalui program pengembangan komoditas kelapa. Kali ini, sebanyak 8.388 bibit kelapa dalam diserahkan kepada kelompok tani di Kecamatan Mootilango, Minggu (7/6/2026).
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari program hilirisasi perkebunan kelapa yang mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian RI. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan, Kabupaten Gorontalo dipilih sebagai salah satu daerah penerima program karena memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman kelapa.
Menurutnya, kelapa merupakan komoditas yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gorontalo dan memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara maksimal.
“Kelapa memiliki nilai ekonomi yang besar dan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, pengembangannya perlu terus didorong,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, penyaluran bibit di Kecamatan Mootilango menjadi tahap akhir dari rangkaian distribusi bantuan yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah kecamatan lainnya.
Sebanyak 8.388 bibit tersebut akan ditanam pada lahan seluas 76,25 hektare yang tersebar di Desa Pilomonu, Paris, Satria, dan Payu.
Sofyan meminta para penerima bantuan segera melakukan penanaman agar manfaat program dapat dirasakan lebih cepat. Ia juga menginstruksikan para penyuluh pertanian untuk terus melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari proses penanaman hingga perawatan tanaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Darwan Usman, mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah bibit kelapa yang telah disalurkan di Kabupaten Gorontalo mencapai 44 ribu pohon.
Bibit tersebut diperuntukkan bagi pengembangan perkebunan rakyat seluas 400 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 120 hektare atau 30 persen telah selesai ditanami.
Di kesempatan yang sama, Kepala Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon, Kardiono, memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendukung program nasional pengembangan kelapa.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan pengembangan perkebunan kelapa seluas 200 ribu hektare di berbagai daerah di Indonesia selama periode 2025 hingga 2027.
Melalui program tersebut, Kabupaten Gorontalo diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penggerak pengembangan komoditas kelapa yang tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.
