Daerah

Maryam Sofyan Puhi Tekankan Penguatan Kader dan Integrasi Lintas Sektor untuk Majukan Posyandu

×

Maryam Sofyan Puhi Tekankan Penguatan Kader dan Integrasi Lintas Sektor untuk Majukan Posyandu

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo, Ny. Hj. Maryam Sofyan Puhi.

Tilangonews.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo, Ny. Hj. Maryam Sofyan Puhi, menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader Posyandu serta integrasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan dasar yang terpadu bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Maryam saat membuka Rapat Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Tingkat Kabupaten Gorontalo yang digelar di Bukit Proja, Kabupaten Gorontalo, Kamis (6/8/2026).

Dalam sambutannya, Maryam mengatakan Posyandu kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak maupun imunisasi. Seiring kebijakan transformasi Posyandu, lembaga tersebut berkembang menjadi wadah pelayanan terpadu yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

“Transformasi ini merupakan langkah strategis dalam mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat secara lebih menyeluruh dan terintegrasi,” ujar Maryam.

Menurutnya, keberhasilan transformasi Posyandu tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan kader. Diperlukan sinergi seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Meski demikian, Maryam mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Di antaranya keterbatasan kapasitas kader dalam memahami konsep Posyandu enam bidang SPM, belum meratanya dukungan sarana dan prasarana, belum optimalnya sistem koordinasi dan pelaporan, hingga keterbatasan anggaran operasional di lapangan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Maryam memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan. Pertama, memperkuat kelembagaan Posyandu melalui pembinaan yang lebih sistematis hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Kedua, meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan dan pendampingan yang berbasis pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal.

“Ketiga, kita harus mendorong integrasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh perangkat daerah terkait agar pelayanan dapat berjalan secara terpadu,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menilai dukungan pembiayaan menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi Posyandu. Menurutnya, optimalisasi sumber pendanaan dapat dilakukan melalui APBD, dana desa, maupun sumber pembiayaan lainnya.

Maryam turut menekankan pentingnya penguatan sistem pelaporan dan monitoring berbasis data agar pelaksanaan program Posyandu dapat terukur, terpantau, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan bimbingan teknis tersebut mampu meningkatkan pemahaman seluruh peserta mengenai arah baru pengelolaan Posyandu, sehingga dapat diterapkan secara efektif di wilayah kerja masing-masing.

Di akhir sambutannya, Maryam mengajak seluruh kader Posyandu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kader Posyandu adalah ibu-ibu luar biasa. Mereka bukan hanya relawan, tetapi juga pahlawan di garis terdepan dalam pelayanan masyarakat. Mari kita jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang benar-benar hadir, dirasakan manfaatnya, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *