Tilangonews.com — Persoalan sampah di Kabupaten Gorontalo mendapat perhatian dari Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Mohamad Rizal Badja.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Gorontalo agar program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan pada 2027 diarahkan untuk memperkuat penanganan sampah sekaligus pembenahan lingkungan.
Rizal menilai, program CSR yang selama ini berjalan perlu memiliki arah yang lebih jelas dan menyentuh persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saya pribadi mendorong dan mengusulkan kepada pemerintah daerah agar CSR untuk tahun 2027 itu difokuskan untuk pembenahan terkait dengan sampah di wilayah Kabupaten Gorontalo dan juga kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Rizal.
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi adalah ketersediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
Ia mengusulkan dukungan CSR dapat diarahkan untuk pengadaan kendaraan pengangkut sampah serta pembangunan tempat pembuangan sampah sementara (TPS).
“Misalkan pengadaan mobil pengangkut sampah, pembuatan tempat pembuangan sampah sementara. Karena kita lihat sekarang masyarakat masih bingung untuk membuang sampahnya di mana,” katanya.
Rizal berharap pemerintah daerah dapat mendorong seluruh perusahaan yang memiliki program CSR untuk mengambil bagian dalam persoalan tersebut melalui Forum CSR.
Baginya, penanganan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut wajah Kabupaten Gorontalo.
Terlebih, Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu wilayah yang pertama dilalui masyarakat ketika memasuki Provinsi Gorontalo melalui Bandara Djalaluddin.
“Kita ingin agar orang begitu datang di Kabupaten Gorontalo, mereka melihat jalan-jalan kita bersih, sampah kita tidak berserakan di mana-mana,” tuturnya.
Rizal mengatakan, kebersihan menjadi salah satu hal pertama yang akan dinilai seseorang ketika tiba di suatu daerah.
Karena itu, ia berharap persoalan lingkungan dapat menjadi salah satu fokus utama dalam arah kebijakan CSR 2027.
“Karena kesan pertama ketika orang melihat sebuah daerah itu adalah kebersihan. Sebelum mereka melihat yang lain, yang pertama mereka lihat adalah kebersihan dari daerah tersebut,” tegasnya.
Ia berharap, dengan adanya dukungan dana CSR yang difokuskan pada persoalan lingkungan, penanganan sampah di Kabupaten Gorontalo dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
