Tilangonews.com – Hamparan kebun jagung di Desa Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, tampak semarak pada Rabu (24/6/2026). Di tengah aktivitas panen raya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, turun langsung ke lahan petani untuk memastikan kondisi produksi, harga jual, hingga ketersediaan pupuk.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVIII di Gorontalo yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan itu, Zulhas didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, serta Prof. Nelson Pomalingo.
Tak sekadar menyaksikan proses panen, Zulhas memilih berdialog langsung dengan petani. Ia menanyakan hasil produksi yang diperoleh, harga jual jagung, hingga distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi kebutuhan utama petani.
Saat melihat tongkol jagung yang dipanen petani Pulubala, Zulhas mengaku terkesan dengan kualitas dan potensi produksinya. Menurutnya, hasil panen jagung di wilayah tersebut berpeluang menembus lebih dari enam ton per hektare.
“Ini kalau saya lihat bisa 6 ton lebih per hektare. Besar-besar jagungnya. Di tempat saya biasanya lebih kecil, sekitar 5 ton per hektare,” ujar Zulhas.
Percakapan kemudian berlanjut pada harga jagung di tingkat petani. Saat mengetahui harga jual saat ini mencapai Rp6.000 per kilogram, Zulhas sempat terkejut lantaran angka tersebut berada di atas harga yang biasa ditetapkan.
“Wah, mahal sekali. Saya biasanya menentukan paling mahal Rp5.500, di sini Rp6.000 ya?” tanyanya.
Para petani menjelaskan bahwa harga tersebut merupakan harga yang berlaku saat ini. Mereka memperkirakan harga akan kembali turun ke kisaran Rp4.000 per kilogram ketika memasuki puncak musim panen raya.
Selain harga komoditas, Zulhas juga memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar. Para petani yang hadir mengaku tidak lagi mengalami kendala memperoleh pupuk dan bahkan merasakan adanya keringanan harga.
“Pupuk lancar? Harga pupuk gimana? Diskon kan? Bagus kalau begitu. Dulu pupuk itu ruwet, sering terlambat. Sekarang mudah-mudahan tidak lagi,” kata Zulhas.
Ia menegaskan, perhatian pemerintah terhadap sektor pangan merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan melalui jaminan ketersediaan sarana produksi, peningkatan produktivitas, serta menjaga stabilitas harga agar petani tetap memperoleh keuntungan yang layak.
Panen raya di Pulubala menjadi gambaran optimisme sektor pertanian Gorontalo yang terus menunjukkan daya saing, sekaligus menegaskan posisi daerah tersebut sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional.












