Tilangonews.com – Perumda Tirta Limutu (PDAM) bersama BAZNAS Kabupaten Gorontalo menggelar kegiatan Navigasi Iman edisi Jumat, 22 Mei 2026, dengan mengangkat tema “Merawat Sumber Kehidupan, Menjaga Air dan Membersihkan Harta dari Bersuci Menuju Berbagi.”
Kegiatan yang menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Gorontalo itu diikuti para ASN di lingkungan Pemkab Gorontalo sebagai upaya memperkuat nilai spiritual di tengah pelaksanaan tugas pelayanan publik.
Navigasi Iman kali ini menghadirkan Da’i Al-Muqarram Dr. Hamdan Ladiku yang menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Hamdan, identitas keislaman tidak cukup hanya sebatas pengakuan, tetapi harus tercermin dalam sikap, etika, dan tanggung jawab sosial.
“Berislam bukan hanya identitas di KTP, tetapi harus hadir dalam perilaku dan etika keseharian. Kegiatan seperti ini menjadi ruang menyeimbangkan kerja dunia dan amal akhirat,” ujarnya.
Ia juga menilai penguatan spiritual di lingkungan birokrasi dapat memberi dampak positif terhadap stabilitas sosial, ekonomi, hingga kualitas pelayanan pemerintahan.
Kolaborasi antara PDAM dan BAZNAS dinilai menjadi simbol sinergi antara pelayanan kebutuhan dasar masyarakat dengan penguatan kepedulian sosial keagamaan. Air sebagai sumber kehidupan dipadukan dengan semangat zakat, infak, dan sedekah untuk menghadirkan keberkahan dalam pelayanan publik.
Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Hendra Said, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya pelayanan yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Pelayanan kepada masyarakat harus dibangun dengan hati. Karena itu, melalui Navigasi Iman ini kami ingin menanamkan nilai spiritual, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di lingkungan kerja,” kata Tomy.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Gorontalo, Sukri Moonti, mengapresiasi konsistensi ASN Kabupaten Gorontalo dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara rutin.
Menurutnya, kepedulian para ASN menjadi kekuatan besar dalam mendukung program kemanusiaan serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kesadaran dan keikhlasan ASN Kabupaten Gorontalo dalam berzakat dan berinfak patut diapresiasi. Ini bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga wujud nyata solidaritas dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Sukri.
