Daerah

PENAS KTNA Jadi Berkah UMKM, Perindag Kabgor Siapkan Puluhan Tenan Pasar Rakyat

Kadis Perindag Kab. Gorontalo, Viktor Asiku. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.comPelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo diproyeksikan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) pun mulai menyiapkan puluhan tenan Pasar Rakyat guna menampung para pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku, mengatakan keterlibatan UMKM dalam ajang nasional tersebut dibagi ke dalam dua skema. Dinas Koperasi dan UMKM akan menangani pameran produk unggulan, sementara Dinas Perindag fokus pada penyelenggaraan Pasar Rakyat.

“Untuk UMKM sendiri ada dua dinas yang menjadi core. Dinas Koperasi dan UMKM akan mengelola pameran di Taman Budaya yang lebih fokus pada produk oleh-oleh. Sedangkan Perindag menangani Pasar Rakyat,” ujar Viktor.

Pasar Rakyat tersebut akan dipusatkan di kawasan depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) hingga Pos Satpol PP di pintu keluar Kantor Bupati Gorontalo. Di lokasi itu, pemerintah telah menyiapkan sekitar 40 tenan bagi pelaku UMKM.

“Kami sudah menghitung, kurang lebih ada sekitar 40-an tenan yang akan disiapkan. Bahkan kami juga memiliki opsi lokasi tambahan di belakang Kantor Badan Keuangan apabila jumlah peminat terus bertambah,” katanya.

Hingga saat ini, sebanyak 23 pelaku UMKM telah mendaftarkan diri untuk mengisi Pasar Rakyat PENAS KTNA 2026.

Viktor menjelaskan, Pasar Rakyat lebih diprioritaskan bagi pelaku usaha di bidang kuliner. Langkah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan ribuan peserta PENAS yang diperkirakan akan memadati Kabupaten Gorontalo.

“Kalau melihat dinamika nantinya, dari sekitar 10 ribu peserta yang hadir, kebutuhan terbesar tentu makan dan minum. Karena itu, kami lebih memfokuskan pada UMKM yang menjual makanan lokal maupun makanan siap saji,” jelasnya.

Meski demikian, peluang bagi pelaku usaha lainnya masih terbuka lebar. Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi jika kapasitas tenan yang tersedia dinilai belum mencukupi.

“Kalau ternyata jumlah tenan yang disediakan masih kurang, kami sudah punya opsi lain. Area belakang hingga kawasan ekonomi dan permukiman bisa dimanfaatkan agar semakin banyak UMKM yang ikut merasakan manfaat ekonomi dari PENAS,” ungkap Viktor.

Pasar Rakyat dijadwalkan mulai beroperasi pada 18 Juni 2026, lebih awal dari rangkaian kegiatan utama PENAS. Hal itu dilakukan karena sebagian peserta diperkirakan telah tiba di Gorontalo beberapa hari sebelumnya.

“Kami mendapat informasi ada peserta yang datang lebih awal, bahkan sejak tanggal 15. Karena itu, Pasar Rakyat akan mulai dibuka pada tanggal 18 Juni agar kebutuhan mereka bisa langsung terlayani,” ujarnya.

Dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang akan hadir, PENAS KTNA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan di sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui meningkatnya aktivitas UMKM lokal.

Exit mobile version