DaerahPariwisata

Pentadio Resort Punya Ikon Baru, Kucing Raksasa Siap Sambut Wisatawan

Kucing raksasa di pentadio resort.

Tilangonews.com – Pentadio Resort kini tampil dengan wajah yang berbeda. Destinasi wisata andalan Kabupaten Gorontalo itu tak hanya menawarkan sensasi berendam di sumber air panas alami dengan latar panorama Danau Limboto, tetapi juga menghadirkan ikon baru yang langsung menyita perhatian para pengunjung: replika kucing raksasa interaktif.

Patung berukuran besar tersebut berdiri megah di kawasan resort dan seketika menjadi pusat perhatian. Banyak pengunjung menjadikannya sebagai latar berfoto karena tampilannya yang unik dan berbeda dari destinasi wisata lain di Gorontalo.

Yang membuatnya semakin menarik, replika kucing itu tidak sekadar menjadi pajangan. Teknologi interaktif yang disematkan membuat patung tersebut tampak “hidup”. Ia dapat mengeluarkan suara, menggerakkan telinga, serta membuka dan menutup mata, menghadirkan pengalaman baru yang menghibur, terutama bagi anak-anak dan wisata keluarga.

Kehadiran ikon baru itu merupakan bagian dari penataan menyeluruh Pentadio Resort. Pengembangan kawasan wisata tersebut mendapat dukungan dari Anggota DPR RI asal Gorontalo, Rachmat Gobel, sebagai upaya meningkatkan kualitas destinasi unggulan daerah agar lebih kompetitif dan diminati wisatawan.

Tak hanya menghadirkan replika kucing raksasa, sejumlah fasilitas penunjang juga ikut dibenahi. Area kantin dan pusat layanan pengunjung kini ditata lebih nyaman dan representatif. Kolam rendaman air panas yang menjadi daya tarik utama Pentadio Resort turut direvitalisasi, sementara berbagai sudut kawasan dipercantik dengan konsep yang lebih estetik dan ramah pengunjung.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyebut perubahan tersebut sebagai langkah besar dalam memperkuat sektor pariwisata daerah.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Rachmat Gobel. Berkat dukungan dan kontribusi beliau, Pentadio Resort kini mengalami perubahan signifikan sehingga semakin menarik dan memiliki daya saing sebagai destinasi wisata unggulan,” ujar Sofyan.

Menurutnya, pembenahan Pentadio Resort menjadi salah satu dampak positif dari penyelenggaraan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII di Gorontalo.

Ia menilai, agenda nasional tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi juga meninggalkan jejak pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Alhamdulillah, PENAS KTNA tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan legacy yang sangat berharga bagi daerah. Salah satunya adalah pengembangan Pentadio Resort yang kini tampil lebih representatif dan semakin layak menjadi destinasi wisata unggulan,” katanya.

Sofyan optimistis, wajah baru Pentadio Resort akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Meningkatnya kunjungan wisatawan diyakini mampu menggerakkan sektor usaha masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.

“Wisata yang berkembang akan menggerakkan ekonomi masyarakat. UMKM tumbuh, lapangan usaha bertambah, dan pada akhirnya memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perhatian terhadap pembangunan daerah tidak hanya menyentuh Pentadio Resort. Revitalisasi turut dilakukan di sejumlah ruang publik, termasuk kawasan Pakaya Tower yang kini tampil lebih representatif dengan penataan taman yang lebih indah serta kehadiran videotron berbentuk bulat sebagai daya tarik baru.

Dengan perpaduan sumber air panas alami, panorama Danau Limboto, fasilitas yang semakin modern, serta ikon kucing raksasa interaktif, Pentadio Resort diyakini akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Gorontalo.

Lebih dari sekadar tempat rekreasi, kawasan ini menjadi simbol bagaimana sebuah agenda nasional seperti PENAS KTNA XVII mampu meninggalkan warisan pembangunan yang nyata—menghidupkan pariwisata, menggerakkan ekonomi, dan membuka harapan baru bagi masyarakat sekitar.

Exit mobile version