Daerah

Rawat Tradisi, Rahmijati Jahja Hidupkan Kembali Debe untuk Mengenang Almarhum David Bobihoe Akib

×

Rawat Tradisi, Rahmijati Jahja Hidupkan Kembali Debe untuk Mengenang Almarhum David Bobihoe Akib

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Gorontalo, Rahmijati Jahja, kembali menggelar doa arwah untuk mengenang almarhum suaminya, David Bobihoe Akib, yang telah berpulang.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026) itu menjadi momen istimewa karena turut diwarnai dengan pelantunan tradisi Debe, salah satu warisan budaya religius masyarakat Gorontalo.

Doa arwah tersebut dihadiri keluarga, kerabat, tokoh agama, serta ibu-ibu majelis taklim. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa arwah yang dipimpin imam, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Debe yang dibawakan secara bersama-sama oleh para ibu majelis dan tokoh agama yang hadir.

Rahmijati Jahja mengatakan, doa arwah tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 16 sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum David Bobihoe Akib.

“Setiap tanggal 16 kami sekeluarga melaksanakan doa arwah. Ini menjadi ikhtiar kami untuk terus mendoakan almarhum sekaligus mengenang berbagai kebaikan yang telah beliau tinggalkan semasa hidup,” ujar Rahmijati.

Menurutnya, pelaksanaan Debe dalam kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian doa, tetapi juga menjadi upaya untuk merawat tradisi Gorontalo.

“Saya ingin kembali menghidupkan tradisi Debe. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, ini juga merupakan cara kita menjaga warisan budaya dan tradisi keagamaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Gorontalo,” katanya.

Rahmijati mengungkapkan bahwa semasa hidup, almarhum David Bobihoe Akib dikenal sebagai sosok yang menghargai nilai-nilai adat dan tradisi daerah. Karena itu, menghidupkan kembali Debe menjadi salah satu cara untuk melanjutkan kebiasaan baik yang pernah dijaga almarhum.

“Almarhum sangat mencintai budaya dan tradisi daerah. Saya berharap apa yang kita lakukan hari ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada beliau, tetapi juga menjadi pengingat bahwa tradisi yang baik harus terus dirawat dan diwariskan,” ungkapnya.

Senator asal Gorontalo itu berharap tradisi Debe dapat terus dilestarikan dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi tersebut mengandung nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan kepada leluhur yang patut dijaga oleh masyarakat.

“Saya berharap Debe tetap hidup di tengah masyarakat Gorontalo. Tradisi ini memiliki makna yang sangat baik, mempererat silaturahmi, memperkuat nilai keagamaan, dan menjadi bagian dari identitas budaya yang kita miliki bersama,” tutup Rahmijati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *