Tilangonews.com – Gereja Protestan Indonesia Gorontalo (GPIG) resmi memulai Sidang Sinode XX yang menjadi forum tertinggi organisasi gereja untuk mengevaluasi pelayanan lima tahun terakhir sekaligus menentukan arah pelayanan dan kepemimpinan baru periode 2026–2031. Pembukaan sidang berlangsung di salah satu gedung di Kecamatan Limboto, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, anggota DPD RI Rahmijati Jahja, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta para pendeta dan utusan jemaat GPIG dari seluruh Provinsi Gorontalo.
Sidang Sinode XX tahun ini mengusung tema “Hiduplah Sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran.” Sementara subtema yang diangkat adalah “Bertransformasi dalam Terang Kristus, Berkoinonia, dan Kasih Agape, untuk Gorontalo yang Maju dan Sejahtera.” Tema tersebut menjadi landasan dalam merumuskan berbagai keputusan strategis yang akan menjadi arah pelayanan GPIG selama lima tahun mendatang.
Ketua Panitia, Vondy Mawitjere, mengatakan sidang diikuti oleh utusan dari 70 jemaat GPIG yang tersebar di seluruh wilayah Gorontalo. Setiap jemaat mengirimkan delegasi sebagai peserta persidangan sekaligus pemegang hak suara dalam pengambilan keputusan.
“Seluruh jemaat GPIG di Provinsi Gorontalo hadir dalam persidangan ini. Pembukaannya dilaksanakan di sini, sementara persidangan berlangsung di Gedung Gereja Maranatha Limboto hingga Sabtu mendatang,” ujarnya.
Menurut Vondy, Sidang Sinode merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Selain mengevaluasi program pelayanan yang telah berjalan, forum tersebut juga menjadi momentum memilih Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) yang akan memimpin GPIG pada periode 2026–2031.
Ia menjelaskan, proses pemilihan kepengurusan dilakukan melalui Panitia Nominasi yang bertugas menjaring calon, melakukan penelitian terhadap persyaratan, hingga menetapkan nama-nama yang memenuhi ketentuan organisasi untuk dipilih dalam persidangan.
“Harapan kami pelaksanaan sidang ini berjalan dengan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, rencana kerja, serta strategi pelayanan yang mampu membawa GPIG semakin bertumbuh dan terus berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi Gorontalo,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Sinode GPIG, Pdt. Ramses Ayawaila, menjelaskan bahwa Sidang Sinode XX merupakan persidangan periodik yang menjadi wadah evaluasi terhadap seluruh program pelayanan selama lima tahun terakhir, sekaligus menyusun program dan strategi pelayanan untuk lima tahun berikutnya.
“Melalui persidangan ini kami mengevaluasi pelayanan yang telah dilaksanakan selama lima tahun, kemudian merancang program dan strategi pelayanan yang akan menjadi pedoman bagi seluruh jemaat dalam lima tahun ke depan,” jelas Ramses.
Ia mengatakan, peserta sidang berasal dari 10 wilayah (rayon) GPIG, mulai dari Kota Gorontalo hingga Popayato. Dari 70 jemaat tersebut, terdapat 136 utusan yang memiliki hak suara untuk menentukan berbagai keputusan strategis, termasuk memilih BPMS beserta perangkat pelayanan yang baru.
Sidang Sinode XX GPIG dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu dengan agenda pembahasan laporan pertanggungjawaban pelayanan, penyusunan program strategis periode 2026–2031, serta pemilihan kepengurusan baru yang akan memimpin GPIG selama lima tahun ke depan.








