Tilangonews.com – Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama DPRD mengalokasikan anggaran lebih dari Rp16 miliar untuk mendorong pengembangan sektor usaha masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, saat menghadiri penyerahan bantuan booth UMKM di Pentadio Resort, Limboto, Sabtu (5/9/2026).
Zulfikar mengatakan, dukungan anggaran tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah dan DPRD terhadap kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usahanya.
Menurutnya, program penguatan UMKM bukan kebijakan yang muncul secara tiba-tiba. Dukungan tersebut telah direncanakan sejak sebelum pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo menjalankan pemerintahan.
Anggaran kemudian diarahkan melalui sejumlah perangkat daerah yang memiliki program dan menjadi pengampu sektor UMKM.
“Di hampir 12 dinas pengampu UMKM kita genjot dengan anggaran kurang lebih Rp16 miliar sekian,” ujar Zulfikar.
Ia menilai, keberpihakan terhadap UMKM menjadi semakin penting di tengah kondisi fiskal daerah yang turut menghadapi pengurangan transfer dari pemerintah pusat.
Keterbatasan ruang fiskal, kata dia, tidak membuat pemerintah daerah dan DPRD mengesampingkan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Tapi pemerintah daerah dan DPRD mau dan punya keinginan besar dalam rangka menjawab apa yang menjadi kebutuhan, apa yang menjadi aspirasi daripada masyarakat,” tegasnya.
Zulfikar menyebut pengembangan UMKM tetap menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan anggaran daerah. Menurutnya, dukungan tersebut harus mampu memberikan ruang yang lebih besar kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, Zulfikar juga menyerahkan secara simbolis bantuan booth UMKM kepada sejumlah penerima manfaat.
Ia meminta para penerima tidak sekadar menerima bantuan, tetapi memastikan fasilitas yang diberikan benar-benar digunakan untuk menunjang kegiatan usaha.
“Bantuan booth ini dipergunakan baik-baik, Bapak dan Ibu. Dijaga,” pesannya.
Zulfikar berharap bantuan booth tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas pemasaran, serta meningkatkan daya saing usaha.
Ia menegaskan, keberhasilan program UMKM tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya bantuan yang disalurkan. Hal yang lebih penting adalah dampak yang dihasilkan setelah bantuan diterima masyarakat.
“Harapannya, bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sehingga usaha masyarakat bisa berkembang dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga,” pungkasnya.
