Tilangonews.com — Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Gorontalo terus diperkuat melalui intervensi langsung kepada keluarga yang memiliki balita dan masuk dalam kelompok berisiko.
Di Kecamatan Telaga Biru, sebanyak 100 keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan nutrisi sebagai bagian dari intervensi pencegahan stunting. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Tinelo, Kamis (20/8/2026), dan diikuti masyarakat dari 10 desa di wilayah Kecamatan Telaga Biru.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Gorontalo bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Gorontalo, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.
Camat Telaga Biru, Rusdiyanto Sahrain, mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada keluarga sasaran. Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan intervensi yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga, terutama dalam pemenuhan nutrisi anak.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak BI dan BKKBN Provinsi Gorontalo yang telah memberikan perhatian kepada keluarga sasaran risiko stunting di Kecamatan Telaga Biru, sekaligus memberikan sosialisasi mengenai Cinta Rupiah,” ujar Rusdiyanto.
Ia mengatakan, bantuan nutrisi perlu berjalan beriringan dengan edukasi. Sebab, keluarga tidak hanya membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga pengetahuan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting sejak dari lingkungan keluarga.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, karena masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga pengetahuan dan pendampingan agar mampu mencegah stunting sejak dari keluarga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Gorontalo, Tenny Calvenny Soriton, menilai sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pencegahan stunting.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, BKKBN, BI dan masyarakat perlu terus diperkuat agar intervensi yang diberikan kepada keluarga sasaran dapat berjalan optimal.
“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antarsemua pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun instansi terkait, sehingga program yang direncanakan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gorontalo, Rismawati Arsyad, menjelaskan bahwa kegiatan di Telaga Biru merupakan titik kesembilan dari rangkaian intervensi yang dilaksanakan pada 10 kecamatan di Kabupaten Gorontalo.
Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Cegah Stunting yang menyasar keluarga dengan balita, khususnya mereka yang masuk dalam kelompok berisiko.
Rismawati menyebut, jika setiap kecamatan memiliki sekitar 150 keluarga sasaran, maka total terdapat sekitar 1.500 keluarga yang menjadi sasaran intervensi dalam rangkaian program tersebut.
“Untuk 10 kecamatan, jika masing-masing terdapat 150 keluarga sasaran, maka terdapat sekitar 1.500 keluarga yang menjadi sasaran intervensi. Ini merupakan bagian dari upaya menurunkan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Gorontalo, sebagaimana yang menjadi harapan Bapak Bupati,” jelas Risma.
Selain intervensi pencegahan stunting, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, Abdul Haris, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah, cara membedakan uang asli dan uang palsu, serta pentingnya memperlakukan dan menggunakan Rupiah dengan baik.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga sasaran, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting.
Bagi Pemerintah Kecamatan Telaga Biru, keberlanjutan intervensi menjadi penting agar upaya pencegahan stunting tidak berhenti pada pemberian bantuan, melainkan berkembang menjadi kesadaran keluarga untuk menjaga pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
