Tilangonews.com – Kepedulian terhadap siswa dari keluarga kurang mampu mulai diwujudkan Sarjon Adarani melalui program bantuan pendidikan yang menyasar kebutuhan langsung anak-anak sekolah.
Pada Rabu (19/8/2026), Sarjon bersama tim yayasan pendidikan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa SDN 6 Mootilango, Desa Pilomonu, Kecamatan Mootilango. Sebanyak 10 paket diberikan kepada siswa yang dinilai paling membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa pakaian sekolah, tetapi juga dilengkapi topi, dasi, buku tulis, alat tulis hingga sepatu.
Penyaluran di SDN 6 Mootilango tersebut menjadi bagian dari program awal yayasan pendidikan yang baru terbentuk sekitar satu bulan terakhir. Untuk tahap Agustus hingga September, yayasan menyiapkan total 100 paket bantuan seragam dan sepatu bagi siswa yang membutuhkan.
Sarjon mengatakan, program tersebut masih dalam tahap awal dan akan terus dievaluasi agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan penerima.
Salah satunya terkait ukuran pakaian dan sepatu. Untuk penyaluran berikutnya, pihak sekolah akan kembali melakukan pendataan, khususnya bagi siswa kelas II hingga kelas V, sehingga ukuran bantuan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa.
“Yayasan ini baru dibentuk satu bulan dan langsung dibantu oleh Tole Elnino. Langkah awal kita mulai dari uji coba seragam sekolah,” ujar Sarjon.
Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan tidak cukup hanya dengan membantu perlengkapan sekolah. Karena itu, yayasan juga membuka ruang untuk membantu siswa yang belum memperoleh Program Indonesia Pintar (PIP).
Sarjon menyebut pihaknya siap mengawal usulan tambahan penerima PIP melalui jalur aspirasi/yayasan kepada Kementerian Pendidikan bagi siswa yang belum masuk dalam kuota reguler sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting karena bantuan pendidikan harus menyentuh lebih banyak siswa yang memang membutuhkan, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Tak berhenti pada kebutuhan siswa, yayasan juga membuka peluang untuk membantu sekolah yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.
Pihak sekolah dapat mengusulkan kebutuhan rehabilitasi ruang kelas maupun fasilitas pendukung lainnya. Usulan tersebut selanjutnya akan dikawal untuk diteruskan kepada Kementerian Pendidikan.
“Ke depan, kita juga siap mengawal proposal rehabilitasi kelas dan sekolah yang membutuhkan ke Kementerian Pendidikan,” kata Sarjon.
Sementara itu, Kepala SDN 6 Mootilango, Almawati Lamusu, S.Pd., menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan Sarjon Adarani bersama tim yayasan.
Ia menjelaskan, saat ini SDN 6 Mootilango memiliki 127 siswa. Namun, baru sekitar 52 siswa yang telah terakomodasi dalam program PIP reguler.
Kondisi tersebut membuat adanya bantuan perlengkapan sekolah sekaligus fasilitasi usulan tambahan penerima PIP menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pihak sekolah.
Almawati berharap bantuan tersebut tidak sekadar meringankan beban orang tua, tetapi juga dapat meningkatkan semangat anak-anak untuk bersekolah.
“Terima kasih banyak atas partisipasi dan dukungannya terhadap sekolah kami. Bantuan pakaian dan sepatu ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak agar lebih giat dan rajin datang ke sekolah dengan pakaian yang rapi dan bersih,” ujarnya.
Ia juga berharap program tersebut tidak berhenti pada penyaluran tahap awal, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa maupun kebutuhan sekolah.
“Semoga yayasan ini terus berjaya dan berkelanjutan demi masa depan anak-anak di Desa Pilomonu,” tuturnya.
Program bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas dukungan terhadap pendidikan, khususnya bagi siswa yang membutuhkan. Selain membantu memenuhi perlengkapan belajar, upaya pengawalan PIP dan kebutuhan rehabilitasi sekolah diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat.



















