Tilangonews com – Lima tahun perjalanan Rumah Cinta Al-Qur’an (RCQ) David Bobihoe menjadi momentum penuh makna bagi keluarga besar lembaga tersebut.
Peringatan Milad ke-5 RCQ David Bobihoe yang digelar pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dirangkaikan dengan haul dan doa bersama untuk mengenang almarhum David Bobihoe. Momentum tersebut berlangsung dalam suasana khusyuk sekaligus penuh kehangatan kekeluargaan.
Tanggal 3 Oktober sendiri merupakan hari kelahiran almarhum David Bobihoe. Karena itu, rangkaian doa dan haul menjadi bagian penting dalam peringatan Milad RCQ tahun ini. Tanggal itu juga merupakan kelahiran dr. Jeinfer Rivian Lestyorini yang saat ini menjabat sebagai Plh. Direktur RSUD MM Dunda Lomboto.
Pendiri sekaligus Pelindung RCQ David Bobihoe, Hj. Rahmijati Jahja, mengatakan usia lima tahun bukan sekadar penanda perjalanan sebuah lembaga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah dirintis.
Menurutnya, RCQ David Bobihoe diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak-anak belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga ruang untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Harapan saya, Rumah Cinta Al-Qur’an David Bobihoe terus tumbuh dan berkembang, menjangkau lebih banyak anak-anak dan generasi muda. Bukan hanya bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mencintai, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” ujar Rahmijati.
Ia menilai tantangan ke depan adalah bagaimana Al-Qur’an dapat benar-benar hadir dalam kehidupan generasi muda, bukan sebatas menjadi bacaan.
“Al-Qur’an jangan hanya menjadi bacaan, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang membentuk karakter, memperkuat iman dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama,” katanya.
Di tengah peringatan Milad tersebut, kenangan terhadap David Bobihoe juga menjadi bagian yang tak terpisahkan. Bagi Rahmijati, doa untuk almarhum tidak dibatasi oleh waktu.
“Doa untuk almarhum tidak mengenal batas waktu. Setiap saat kita mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, melapangkan dan menerangi alam kuburnya serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Rahmijati.
Ia mengatakan mengenang almarhum bukan hanya dengan mengingat sosok dan kebersamaan yang pernah terjalin, tetapi juga dengan menjaga dan meneruskan kebaikan yang telah ditinggalkan.
Salah satunya melalui keberlangsungan RCQ David Bobihoe yang kini telah memasuki usia lima tahun.
“Bagi saya, mengenang beliau bukan hanya tentang mengingat, tetapi juga bagaimana nilai-nilai kebaikan yang beliau tinggalkan terus kita jaga dan lanjutkan. Rumah Cinta Al-Qur’an ini menjadi salah satu ikhtiar untuk itu,” ungkapnya.
Senator empat periode itu berharap keluarga besar RCQ David Bobihoe, para pengajar, santri dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan istiqamah menjalankan amanah.
Ia juga berharap RCQ David Bobihoe semakin luas memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ruang pembinaan generasi yang berakhlak serta dekat dengan Al-Qur’an.
“Semoga Rumah Cinta Al-Qur’an David Bobihoe terus tumbuh, melahirkan generasi Qur’ani dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” pungkasnya.
Lima tahun perjalanan RCQ David Bobihoe menjadi pengingat bahwa kebaikan yang dirintis dengan ketulusan membutuhkan komitmen dan kebersamaan agar tetap hidup dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.












