Daerah

Berpolemik, DPRD Kabgor Rekomendasikan Pembangunan Toilet Masjid Baiturrahman Dipindahkan

×

Berpolemik, DPRD Kabgor Rekomendasikan Pembangunan Toilet Masjid Baiturrahman Dipindahkan

Sebarkan artikel ini
Rapat dengar pendapat terkait polemik pembangunan toilet Masjid Agung Baiturrahman. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com – Polemik pembangunan toilet di kawasan Masjid Agung Baiturrahman Limboto dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo, Kamis (23/7/2026), dalam forum itu disepakati bahwa pembangunan fasilitas tersebut direkomendasikan untuk dipindahkan ke lokasi lain.

RDP dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo, Irwan Dai, dan dihadiri Takmirul Masjid Baiturrahman, Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo selaku pelaksana teknis, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan ahli waris yang sebelumnya menyampaikan keberatan atas lokasi pembangunan toilet.

Irwan Dai mengatakan, rapat berlangsung dalam suasana kondusif dan menghasilkan kesepahaman antara seluruh pihak.

“Alhamdulillah, RDP berjalan dengan baik dan penuh kekeluargaan. Pada prinsipnya, pihak keluarga tidak menolak pembangunan maupun upaya memperindah Masjid Agung Baiturrahman. Yang menjadi perhatian mereka adalah persoalan estetika serta penghormatan terhadap para leluhur yang dimakamkan di sekitar lokasi pembangunan,” ujar Irwan.

Menurutnya, DPRD bersama seluruh peserta rapat sepakat agar pembangunan tetap dilanjutkan, namun lokasi toilet dipindahkan agar tidak berada di dekat area makam keluarga pewakaf tanah maupun di depan mihrab masjid.

Komisi III juga menyerahkan kepada Dinas PUPR untuk menentukan lokasi baru yang dinilai lebih tepat tanpa mengganggu nilai historis maupun estetika kawasan masjid yang dikoordinasikan dengan Takmirul Masjid.

Selain itu, DPRD merekomendasikan agar kompleks makam para tokoh dan keluarga pewakaf tanah Masjid Agung Baiturrahman diusulkan menjadi kawasan cagar budaya.

“Pak Bupati itu adalah sosok yang sangat menghargai adat istiadat. Toko yang sangat menghargai jasa-jasa para leluhur. Sehingga saya mengusulkan agar area makam tersebut dijadikan cagar budaya sebagai bentuk penghormatan atas jasa para leluhur yang telah mewakafkan tanah demi berdirinya Masjid Agung Baiturrahman. Ini penting agar sejarah dan pengabdian mereka tetap dikenang oleh generasi mendatang,” kata Irwan.

Sementara itu, perwakilan keluarga ahli waris, Conny Gobel, mengapresiasi keputusan yang dihasilkan dalam RDP tersebut. Ia menyebut rekomendasi pemindahan lokasi pembangunan toilet merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan keluarga dalam menjaga kehormatan makam leluhur.

“Yang kami perjuangkan bukan menolak pembangunan toilet, tetapi kami menilai lokasinya tidak tepat karena berada di depan mihrab dan berdampingan dengan area makam para tokoh yang telah berjasa serta mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid,” ujarnya.

Conny menilai keputusan DPRD telah mengakomodasi aspirasi keluarga. Ia juga menyambut baik usulan menjadikan kompleks makam sebagai kawasan cagar budaya.

“Ini merupakan penghormatan yang sangat tinggi bagi para leluhur kami. Kami berharap rekomendasi ini benar-benar ditindaklanjuti pemerintah daerah,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan kondisi kompleks makam yang saat ini dinilai kurang terawat. Menurutnya, kawasan tersebut masih dipenuhi sampah, menimbulkan bau tidak sedap, dan memerlukan penataan agar lebih layak sebagai tempat peristirahatan para tokoh terdahulu.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi aktivitas yang mengotori area makam. Tempat ini harus dijaga dan dihormati sebagaimana kita menghormati mereka semasa hidup,” ungkapnya.

Conny menambahkan, apabila pembangunan tetap dipaksakan di lokasi semula, pihak keluarga sebelumnya telah mempertimbangkan langkah hukum melalui gugatan class action. Namun, dengan adanya rekomendasi DPRD untuk memindahkan lokasi pembangunan, keluarga memilih mengedepankan penyelesaian secara musyawarah.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah mendengar aspirasi keluarga. Semoga keputusan ini menjadi solusi terbaik sekaligus menjaga kehormatan Masjid Agung Baiturrahman dan para leluhur yang telah berjasa dalam pembangunannya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *